PROYEK : Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe (tengah) didampingi Surabaya Division Head Sinar Mas Land, Aditya Sutantio (kiri) menjelaskan peta proyek di Surabaya. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Berakhirnya pilpres dan penetapan susunan kabinet menjadi momen bagi pengembang untuk memacu sejumlah proyek yang sudah dan akan direncakan. Asumsinya potensi bisnis property diprediksikan bakal kembali bergairah setelah cukup lama stagnan karena dampak politik.

Dan salah satu pengembang properti Sinar Mas Land menilai proyek di Surabaya merupakan salah satu penopang penjualan perusahaan dan memiliki potensi pasar yang cukup besar. Saat ini perusahaan memiliki sejumlah proyek baik hunian maupun ritel di Surabaya, yakni Wisata Bukit Mas, Klaska Residence, ITC Surabaya, dan Clover Ville.

Seperti dikatakan Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe Kota Surabaya dengan lokasinya yang strategis menjadi kawasan andalan bagi perusahaan untuk terus dikembangkan dan menjadi andalan di Indonesia Timur. Apalagi masih tingginya angka backlog (kekurangan pasokan) rumah di Jawa Timur membuat permintaan hunian terus meningkat.

“Jika dilihat dari peringkat kontribusi penjualan bagi perusahaan, proyek di Surabaya adalah nomor tiga setelah BSD Tangerang dan Bekasi. Setelah Surabaya baru proyek di Batam,” katanya di sela media gathering Sinar Mas Land di Surabaya.

Ditambahkannya, potensi Surabaya bukan saja terlihat pada saat ini, namun prospek jangka menengah dan panjang juga akan bagus. Pasalnya, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan menjadikan Surabaya sebagai penopang utama untuk kegiatan pemerintahan.

“Rencana pemindahan Ibu Kota ke Kaltim kota Surabaya juga punya daya tarik karena lokasi yang paling dekat apalagi transportasi sangat mendukung. Dibanding dari Jakarta, posisi Surabaya akan lebih dekat ke calon ibu kota baru. Jadi potensinya cukup bagus,” ujar Donny.

Ditambahkannya, proyek-proyek yang dikembangkan Sinar Mas Land, baik di Surabaya maupun kota lain, selama ini banyak ditopang oleh segmen dengan harga Rp 1 miliar ke bawah. Proyek ini baik jenis landed house maupun high rise.

“Makanya kita akan fokus kembangkan proyek di segmen ini. Seperti Klaska Residence, dengan harga Rp 400 jutaan sudah punya unit apartemen di pusat kota Surabaya,” ulasnya.

Donny mengungkapkan, tahun ini pasar properti secara umum memang mengalami kontraksi seiring dengan momen politik yakni Pemilu. Namun dengan sudah terbentuknya kabinet baru, diharapkan pasar properti akan membaik.

“Apalagi banyak stimulus diberikan pemerintah, mulai pelonggaran LTV, suku bunga rendah dan ditambah banyaknya promo oleh developer saya kitra inilah momen tepat untuk membeli properti. Karena berdasarkan siklus, setelah ini diperkirakan pasar properti akan bangkit, dan tentu harganya akan melonjak,” pungkasnya. (imm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry