Warga ring satu dari tiga desa melakukan aksi di depan akses pintu kilang minyak TPPI Tuban dan melakukan pengembokan pagar, Selasa (13/3/2018). (DUTA.CO/SYAIFUL ADAM)

TUBAN | duta.co – Sejumlah warga dari tiga desa ring satu pabrik Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban memblokade akses pintu masuk pabrik. Penutupan pintu masuk tersebut dimulai sejak pukul 06:30 WIB, Selasa (13/3/2018) oleh warga Desa Remen, Tasikharjo, dan Desa  Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Bahkan warga sempat melakukan penyegelan dengan cara mengunci salah satu akses masuk dengan melilitkan rantai di pintu masuk dan digembok.

“Kami meminta agar Manager TPPI menemui kami. Jika tidak, penyegelan pintu yang seharusnya berlangsung selama tiga hari akan berlanjut, dan dengan massa lebih besar lagi,” ungkap Retno salah seorang demonstran asal Desa Tasikharjo.

Menurutnya, hal ini dilakukan lantaran warga menuntut agar pihak perusahaan memprioritaskan warga lokal dan transparan dalam perekrutan tenaga kerja.

“Kami meminta agar warga ring satu TPPI paling tidak 70% bisa diterima bekerja di sini,” imbuhnya.

Warga ring satu dari tiga desa melakukan pengembokan pagar di depan akses pintu kilang minyak TPPI Tuban, Selasa (13/3/2018). (DUTA.CO/SYAIFUL ADAM)

Lebih lanjut, Retno menyampaikan, bagaimana pun jika nantinya ada sesuatu yang tidak diinginkan maka yang terkena dampak pertama adalah warga lokal bukan warga luar. Di samping itu, rekrutmen tenaga kerja selama ini pihaknya hanya diberi janji, namun realitanya berbeda. “Kami hanya diberi janji karena nyatanya yang diterima warga dari luar,” ucapnya.

Di tempat yang sama, salah seorang orator aksi, Habiburrahman menyampaikan, proses seleksi (tes tulis, praktik) khusus bagi ring 1 harus memiliki tim koreksi dari desa setempat. Hal itu, kata dia, sebagai perwakilan pengawas dan dikoreksi langsung setelah tes berlangsung, serta hasil bisa langsung dipublikasikan.

“Ini demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga transparansi,” jelasnya.

Menyikapi aksi unjuk rasa (Unras) warga Desa Remen, Tasikharjo, dan Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, General Manager Kilang Minyak TPPI, Hadi Chairunnas langsung turun tangan. Dengan tegas, dia mengatakan, kalau kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) kilang tak sebanyak dengan jumlah pelamar.

“Kita punya cara seleksi sendiri dan itu ada kualifikasi yang perlu dipertimbangkan karena proyek kilang ini high technology. Jadi tidak bisa semua kemauan dituruti,” katanya.

Hadi menjelaskan, berawal dari rekrutmen sejak tahun 2004-2006, jumlah karyawan di Kilang TPPI sebanyak 685 orang. Terdiri dari 200 tenaga outsourcing dan 400 lebih karyawan organik.

Selama perjalanan kilang, Hadi mengatakan, manajemen sudah melakukan tambal sulam karyawan dua kali. Selain masuk masa pensiun, para karyawan juga ada yang mengundurkan diri karena pindah perusahaan lain maupun bermasalah.

“Saat ini ada lowongan atau kebutuhan tenaga kerja sebanyak 34, dan itu ada beberapa kategori, seperti SI teknik kimia yang nantinya mengevaluasi jalannya kilang jadi itu kan tidak mungkin kalau posisi itu diisi dari SMK,” tegasnya.

Hadi mengaku, pihaknya sudah membuka seleksi terbuka. Dia sekaligus menyampaikan kebutuhan SDM baru kepada Pemdes, Camat, Sekda, bahkan Wakil Bupati Tuban. Menurutnya, massa menuding perusahaan tertutup itu keliru, karena sudah komunikasi dengan semua stakeholder.

Pihaknya berharap dengan adanya 34 lowongan tersebut bisa diisi oleh warga ring 1. Kenyatannya, spesifikasi yang ditetapkan oleh TPPI belum dipenuhi warga. Sehingga rekrutmen dibuka untuk umum. Di samping itu secara prosentase, 38% karyawan TPPI didominasi warga ring 1. Serta 33% warga di Kabupaten Tuban, dan sisanya pendatang termasuk jabatan strategis.

“Kalau ada warga ring 1 yang mampu menjadi GM kami justru senang karena menguntungkan perusahaan,” terangnya.

Sementara itu, dari pantauaan duta.co akibat penyegelan massa, puluhan SDM yang masuk pagi di Kilang TPPI harus menunggu di luar pintu gerbang sampai dibuka. Keamanan internal TPPI, bersama TNI/Polri mengamankan massa di depan pintu Get VIII. (sad)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.