
SURABAYA | duta.co – Sebanyak 11.078 mahasiswa baru 2025 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dibebaskan dari pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) di semester mendatang.
Pembebasan UKT itu diberikan langsung Rektor, Prof Nurhasan saat menerima penghargaan piagam MURI atas review atau ulasan buku terbanyak oleh mahasiswa baru angkatan 2025/2026, di gedung Rektorat Kampus Lidah Kulon, Selasa (9/12/2025).
“Oke semua saya gratiskan UKT-nya semua. Yang sudah dapat gratis UKT ya tidak dapat lagi,” katanya.
Apa yang diberikan ini sebagai bentuk apresiasi pada 11.078 mahasiswa yang sudah bersama melakukan ulasan pada 3.191 judul buku berbagai genre selama kurang lebih satu bulan.
Dikatakan Cak Hasan, panggilan akrab Prof Nurhasan, terobosan yang dilakukan atas inisiasi UPT Perpustakaan Unesa itu sangatlah keren. “Tahun depan bisa digencarkan lagi program-program baru untuk meningkatkan kompetensi,” katanya.
Inovasi seperti itu kata Cak Hasan, tidak hanya mengajak mahasiswa membaca buku tetapi mengajak mereka berpikir mengelola gagasan, berpikir kritis dan mengekspresikan pemahaman dalam bentuk karya-karya ilmiah.
“Puluhan ribu karya buku di-review  dan berhasil diunggah dan diverifikasi sebagai karyawan terbaru di Surabaya yang luar biasa. Mudah-mudahan yang lain akan mengikuti langkah-langkah ini” tandasnya.
Prof. Drs. Suroto, M.A., Ph.D selaku Kepala UPT Perpustakaan mengatakan gagasan untuk membuat terobosan seperti ini sudah lama dicanangkan. Namun baru terlaksana sekarang.
“Sudah lama ingin menggerakkan mahasiswa. Tapi baru sekarang terlaksana. Karena kampus itu dimulai dari membaca. Ini implementasi dari Bersama Bisa Bekerjasama,” tuturnya.
Selain itu kegiatan ini juga menjadi stimulan yang menjadikan budaya membaca bagi seluruh mahasiswa. “Jadi mahasiswa datang ke kampus bukan hanya untuk kuliah tapi mereka juga untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis,”ungkapnya.
Representative MURI, Sri Widayati menambahkan rekor MURI ini diberikan pada Unesa karena berhasil memecahkan rekor yang ada sebelumnya yakni yang dilakukan BPOM sebanyak 6.356 peserta.
“Biasanya pemecahan rekor baru itu minimal 10 persen dari jumlah peserta yang lama. Tapi ini Unesa bisa hampir 100 persen. Luar biasa. Kesekian kalinya saya datang ke Unesa menyerahkan piagam ini,” jelasnya. ril/lis





































