Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (kiri) menunjukkan indikator Unair masuk rangking 465 dunia pada Warek dr Muhammad Miftahussurur (tengah) dan Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Publik Unair, dr Martha Kurnia. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co  – Universitas Airlangga (Unair) meraih peringkat 465 perguruan tinggi di dunia versi QS World University Ranking.

Dengan masuknya Unair, berarti Indonesia menambah satu lagi perguruan tinggi yang masuk 500 rangking dunia, setelah sebelumnya hanya tiga yang bertahan masuk rangking dunia yakni Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih mengaku gembira mendapatkan kabar ini. Dikatakannya, semua itu diraih berkat kerja keras berbagai pihak.

Namun yang utama kata Prof Nasih, rangking dunia ini didapat karena reputasi akademik yang dilakukan Unair. Hal ini tak lepas dari langkah Unair untuk melakukan silaturahim dan kerjasama dengan lembaga dan institusi yang masuk dalam 100 rangking dunia. “Kita sudah menjalin kerjasama dengan 87 institusi top 100 dunia,” kata Prof Nasih, Rabu (9/6/2021).

Kerjasama dengan para jejaring ini dalam bentuk kolaborasi penelitian dan riset. Sehingga dengan kolaborasi ini bisa menjadikan Unair lebih dikenal. “Ini yang mendorong staf Unair bisa menjadi sejajar kualitasnya. Ini yang dilakukan Unair,” ujar Prof Nasih.

Dikatakan Prof Nasih, selama ini banyak yang berpendapat bahwa untuk meraih rangking dunia harus banyak melakukan publikasi yang terindek internasional.

“Dosen dipaksa nulis artikel, jurnal berskala internasional, itu tidak salah. Tapi di Unair publikasi itu masih belum memberikan kontribusi ke penilaian rangking ini. Dan nampaknya harus lebih ditingkatkan lagi. Jalan Unair memang berbeda untuk meraih top 500 rangking dunia ini,” jelasnya.

Selain itu, raihan ini karena kualitas lulusan Unair. Dalam hal ini kepuasan para pengguna lulusan Unair. “Dari banyak pengguna lulusan Unair, ternyata mereka puas dengan kinerjanya. Lulusan Unair memberikan kontribusi pada lembaga atau tempat kerjanya. Untuk bidang ini, rangking kita 176 top dunia,” jelasnya.

Untuk bisa mempertahankan apa yang sudah diraih ini, Prof Nasih mengaku akan memperbaiki beberapa hal yang dianggap masih kurang bagus. Misalnya dengan fokus meningkatkan kualitas kerjasama dengan mitra. Apalagi kerjasama mitra ini menjadi target nasional terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi.

“Target pemerintah kan menjadikan perguruan tinggi sebagai lautan kerjasama dengan perguruan tinggi dunia. Kerjasama dengan rangking 100 hingga 500 dunia akan terus kita lakukan,” tukas Prof Nasih.

Selain itu, mendorong publikasi ilmiah untuk ditingkatkan kualitasnya. Namun tidak hanya itu, penelitian harus memiliki dampak yang bagus. Misalnya penelitian itu dimanfaatkan untuk penelitian lanjutan hingga akhirnya sampai pada produk inovatif. “Kita akan memperbanyak kemanfaatan dari penelitian yang dilakukan dosen dan peneliti,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry