Rektor UIN Malang, Prof Dr H Abdul Haris MAg (berdiri tengah) seusai acara Khataman, Istighosah dan Shalawatan sekaligus pemberian penghargaan bagi dosen atau unit yang berprestasi.

MALANG | duta.co – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Prof Dr H Abdul Haris MAg, berupaya membangun atmosfir kampus yang mengedepankan penghargaan. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat mendorong etos, sekaligus kualitas kerja untuk kemajuan kampus pencetak sarjana Ulil Albab ini.

Ia mengatakan, sejatinya tiap prestasi itu harus ada penghargaannya. Jika ingin orang lain kerja keras, pendekatannya jangan sampai dengan anacaman. Tapi bijaknya, pendekatannya dengan pujian atau penghargaan, yang ini merupakan logika kejiwaan manusia.

“Dengan demikian akan mendorong etos kerja dan kualitas kerja yang pastinya kemanfaatannya untuk kemajuan lembaga,” ungkap Prof Haris, Jum’at (18/06).

Ia juga menyampaikan, bahwa siapapun pimpinan selanjutnya, hendaknya terus meningkatkan kualitas. Pasalnya universitas ini dari berbagai sisi telah memiliki banyak potensi. Seperti contohnya keberadaan Mahad, yang secara strategis dapat meningkatkan religiusitas dan penguatan jiwa nasionalisme bagi mahasiswa.

Menurutnya, guna meningkatkan kualitas UIN Malang, sudah sepatutnya memiliki pimpinan yang berkarakter melayani. Pemimpin itu harus bersikap melayani kepada yang berhak untuk dilayani.

Ia juga menguraikan, jangan sampai lantaran perbedaan pandangan atau partai, hak-hak untuk dilayani diabaikan. Pasalnya, dalam diri orang beragama tanggungjawab tersebut tidak hanya dituntut di dunia, namun sampai di akherat. Apalagi ini kampus yang berlabel Islam, nama agama Islam yang menjadikan berat.

Selain membangun suasana menghargai, UIN Malang juga terus berupaya menelorkan Guru Besar, karena kampus ini memang menekankan SDM yang berkualitas. Selaku pimpinan kampus Ulil Albab, Prof Haris terus mendorong para dosen untuk menjadi Guru Besar.

“Paling tidak tiap Prodi di kampus ini punya satu Guru Besar. Dimana di UIN Malang memiliki 45 Prodi, maka idealnya, ya 45 Guru Besar,” pungkasnya. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry