MOTIVASI : Risa Santoso, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang (kiri) saat berbagi pengalaman dan ilmu tentang trik menembus perguruan tinggi di hadapan siswa SMA di ajang Edu Fair 2020 yang digelar SMA Khadijah dan MKKS Surabaya Selatan di Maspion Square, Kamis (9/1/2020). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Di era teknologi, semua hal bisa berubah dengan sangat cepat termasuk dalam bidang pekerjaan atau profesi. Saat ini profesi yang dibutuhkan misalnya A, tapi satu atau dua tahun ke depan bisa jadi sudah mengalami perubahan.

Terkadang profesi yang digeluti akhirnya tidak sejalan dengan pendidikan yang ditempuh terutama saat di perguruan tinggi. Hal itu diungkapkan Rektor dari Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso di depan para siswa SMA saat menghadiri Edu Fair 2020 di Maspion Square, Kamis (9/1/2020).

Dikatakan rektor termuda di Indonesia itu, dengan perubahan yang sangat cepat itu harusnya anak muda bisa beradaptasi dengan kondisi perubahan itu. Selain itu harus dengan cepat belajar tentang hal-hal baru.

“Karena pendidikan terkadang tidak sejalan dengan pekerjaan, kalau tidak belajar dengan cepat dan beradaptasi dengan cepat, maka mustahil bisa eksis di era sekarang ini,” ujarnya.

Hal yang paling menentukan untuk ke depan, kata Risa adalah ketika menempuh pendidikan tinggi. Karenanya ketika masuk perguruan tinggi harusnya disesuaikan dengan minat dan bakat masing-masing.

“Yang penting jangan terlalu muluk-muluk. Kita ini sukanya melakukan apa, maka itulah yang diambil. Karena ke depan itu, kita bekerja bukan sekadar bisa mencari uang dan bisa hidup, tapi pekerjaan harus bisa membahagiakan kita,” jelasnya.

Risa  yang lulusan dua kampus ternama di Amerika ini mengaku bisa menjadi rektor di usia 27 tahun dan termuda dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia itu, tidak lepas dari usaha dan kerja keras.

Sejak awal lulus SMA, Risa mengaku memang ingin menempuh pendidikan di bidang bisnis di luar negeri.

“Niat seperti itu harus sudah ditanamkan sejak dini. Sejak kita duduk di bangku SMA. Jangan ketika mau lulus belum tahu harus kemana. Kita harus sudah bisa menentukan, ke depan mau jadi apa. Kalau sudah tahu, kita tinggal nanya-nanya ke sekitar yang memiliki profesi yang kita inginkan,” jelasnya.

Kehadiran Risa Santoso ini cukup memberikan pencerahan bagi para siswa yang hadir di acara yang digelar SMA Khadijah dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Surabaya Selatan itu.

Humas SMA Khadijah, Khayunah mengatakan, sengaja mendatangkan Risa Santoso karena memberikan sebuah inovasi dan terobosan baru dalam dunia pendidikan. “Siapapun bisa berkiprah di bidang apapun walau usia muda sekalipun,” tukas Khayunah. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry