Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih saat memberikan keterangan pers, Selasa (11/6). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) memang menjadi dambaan setiap lulusan SMA di seluruh Indonesia.

Tidak jarang banyak isu tidak sedap berkembang mengenai jalur masuk ke fakultas tertua di Unair ini. Terutama untuk jalur mandiri.

Isu-isu tak sedap itu sering kali menyangkut masalah uang masuk ke fakultas ini. Ada yang ditarik Rp 500 juta bahkan hingga Rp 1 miliar.

Tidak jarang ada orang tua yang menantang memberikan apapun yang dibutuhkan fakultas itu demi sang anak bisa menjadi mahasiswa di sana.

Namun Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih membantah keras isu tersebut. Dengan tegas Prof Nasih meminta semua pihak melaporkan hal itu jika benar terjadi, Unair menarik Rp1 miliar bagi mereka yang ingin menjadi mahasiswa FK.

“Silahkan laporkan. Kita ada pengawas sendiri di sini. Jangan laporkan ke rektor tapi laporkan ke PM-nya Unair. Mereka yang akan memproses temuan-temuan tu,” ujar Prof Nasih usai halal bihalal dengan sivitas akademika Unair, di gedung Rektorat, Selasa (11/6).

Selama ini, FK Unair memiliki daya tampung 250 mahasiswa baru (maba) untuk program studi pendidikan dokter.

Dari 250 itu, 100 maba dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), 75 maba dari jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan 75 maba dari jalur mandiri.

Pengalaman dari tahun sebelumnya, uang kuliah awal (UKA) sebesar Rp 99 juta dengan SPP sebesar Rp 15 juta per semester. Jika tidak menggunakan UKA maka SPP yang harus dibayarkan sebesar Rp 25 juta per semester.

“Jadi mau ambil Rp 1 miliar itu dari mana? Yang benar saja. Bahkan kita di FK juga memprioritaskan bidik misi lo. Dari 100 maba yang diterima jalur SNMPTN, 13 orang yang bidikmisi, ini akan terus bertambah,” jelasnya.

Unair memang menganut sistem keseimbangan. Unair, kata Prof Nasih, mengakomodir mahasiswa tidak mampu dengan jalur bidikmisi.

Untuk bidikmisi ini, jumlahnya mencapai 1.050 mabahasiswa baru. Jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 80 maba.

“Kita untuk jalur SBMPTN ini, misalnya ada nilai tes antara bidikmisi dan jalur umum sama, maka kita akan prioritaskan bidikmisi. Mahasiswa bidikmisi akan kita tambah nilainya. Ini sebagai bukti keberpihakan Unair pada anak-anak tidak mampu,” tuturnya.

Namun, untuk mahasiswa baru yang memiliki kemampuan financial, Unair juga memberikan peluang besar untuk bisa menjadi mahasiswa. Unair menyiapkan sebuah program baru yakni double degree serta student outbond bagi mahasiswa baru.

Tentunya semua itu dengan komitmen antara mahasiswa baru dan orang tua untuk mengikuti program ini.

“Dari awal harus ada komitmen tertulis dari mahasiswa dan orang tua, kalau mereka akan mengikuti program double degree dan student outbond baik full time maupun part time di luar negeri dengan biaya sendiri,” jelasnya.

Program kuliah di luar negeri ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi Unair dan mahasiswa itu sendiri, sehingga memang kini menjadi fokus Unair.

“Kita sedang pikirkan bagaimana caranya agar mahasiswa nantinya tidak mengingkari komitmen yang sudah dibuat di awal itu. Apakah akan ada deposit atau bagaimana, kita masih pikirkan,” tukasnya.

Yang pasti, Unair memiliki banyak partner kampus di luar negeri yang memiliki kualitas bagus.

“Di semua benua kecuali Afrika kita punya mitra, tinggal memilih mau yang mana. Semua yang mau komitmen itu, silahkan mendaftar, kita prioritaskan tapi tentunya dengan melihat nilai ujian tulis berbasis komputernya (UTBK),” tandasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.