PERSIK : Seleksi perdana di Stadion Brawijaya Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Ada berapa? tanya Benny Kurniawan, Manager Persik Kediri saat tiba di Stadion Brawijaya melihat seleksi perdana tim Macan Putih, dalam besutan pelatih kepala Nazal Mustofa.

Sejumlah pemain pernah membela Liga I maupun Liga II turut dalam seleksi akan digelar hingga akhir pekan ini.

Ditemui usai seleksi, Coach Nazal menjelaskan, bahwa saat ini telah 11 pemain dipastikan direkrut merupakan mantan pemain yang membela Persik saat meraih Juara Liga III. Kemudian sisanya 14 pemain termasuk 3 kiper, diharapkan bisa dicari dalam proses seleksi ini.

“Kami tidak butuh nama besar atau pernah membela tim besar. Kami butuhkan pemain mau kerja keras dan kerja tim,” jelasnya.

Selain itu, apakah ada kriteria khusus? Mantan pelatih Persibas Banyumas lebih memprioritaskan pemain lokal dari Kediri dan sekitarnya.

“Karena saya melihat, ada potensi bisa diasah dan menjadikan kebanggaan tersendiri untuk klub ini,” jelasnya dihadapan sejumlah wartawan.

Sersan Dua Mantan Pemain PS TNI Ingin Gabung Persik

Terdapat nama Erwin Prasetyo, sosok stopper tangguh terakhir bergabung di PS TNI dan pernah mengenyam pendidikan Akademi Manchester United Club. Merupakan cita-citanya sejak kecil ingin bergabung di skuad Macan Putih. Meskipun, dia mengakui banyak tim-tim besar ingin meminangnya kemahirannya memainkan kulit bundar.

“Saya sejak kecil bercita-cita ingin bergabung di Persik Kediri, merupakan tim impian saya. Banyak tim ingin merekrut saya, termasuk saat ini saya masuk tim Pra Pon DKI Jakarta. Namun saya ingin membela Persik Kediri,” ucap prajurit berpangkat Sersan Dua dari Kesatuan Yonif 305 Tengkorak Karawang.

Kemudian menjadikan dirinya semangat, ada Septian Satria Bagaskara merupakan striker Persik Kediri, merupakan sahabat baiknya saat di Akademi MU.

“Apalagi ada Bagas, kami sama-sama dalam satu akademi dan telah padu selama ini. Kami mohon doa restu, semoga bisa lolos dalam seleksi ini, meski banyak pemain lain skill kualitasnya cukup baik,” ujar lelaki lahir di Tulungagung pada 20 April 1997 ini. (nng)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.