Hoster Rangers- karyawan Niagahoster, yang berkomitmen untuk peduli pada warga sekitar memborong dagangan PKL dan menggratiskan untuk warga.

YOGYAKARTA | duta.co – Niagahoster sudah memasuki tahun ke delapan sejak didirikan pada 2013 lalu. Hoster rangers, karyawan Niagahoster, berkomitmen untuk peduli pada warga sekitar. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan Charity Borong Dagangan, 5 November kemarin.

Arifia Marsa Salsabila, Project Owner Anniversary ke-8 Niagahoster, mengatakan kegiatan Borong Dagangan ini bermaksud untuk membantu penjual kecil. “Kalau charity bagi-bagi sembako seperti tahun lalu kan kami membeli sembakonya dari pedagang besar. Jadi, kali ini kami berpikir bagaimana caranya membantu pedagang kecil,” ujarnya.

Dari situlah tercetus untuk membuat kegiatan Charity Borong Dagangan yang dilakukan di beberapa tempat makan, yaitu warung ramesan di area Palagan, dan warung soto di area Tugu Jogja, dua warung bakso di area Bantul dan Pasar Beringharjo, serta beberapa PKL penjual siomay, batagor, bakwan, dan rujak di kawasan Universitas Gadjah Mada.

“Kami tanyakan ke pemilik warung, berapa penghasilan mereka dalam sehari. Kemudian kami borong dagangannya dengan sedikit memberikan jumlah yang lebih,” cerita gadis yang akrab disapa Marsa tersebut.

Berkah makan gratis bagi warga sekitar tentunya, kegiatan Borong Dagangan tidak hanya berhenti sampai di situ. Makanan yang sudah diborong tidak mungkin dibiarkan begitu saja. Maka sebelumnya, Marsa dan tim sudah menghubungi perkumpulan ojek online untuk menikmati.

“Tidak hanya perkumpulan ojol, tapi kami menyiapkan banner, memberi tahu siapa pun yang lewat di depan warung tersebut untuk nikmati secara gratis,” lanjut Culture & Employee Engagement Specialist Niagahoster tersebut.

Hasilnya, banyak sekali yang ikut menikmati kegiatan Borong Dagangan tersebut. Dari mulai orang yang hanya kebetulan lewat, warga sekitar, supir ojol, kuli, pengemis, hingga para pedagang di pasar. Mereka berterima kasih atas rejeki dadakan berkah Jumat dari Niagahoster.

Masyarakat tidak hanya makan di warung, tapi juga bisa membungkuskan untuk anak-anak dan anggota keluarganya. Para penjual, mereka bisa pulang lebih awal karena dagangan mereka habis jam 12 siang. Padahal biasanya mereka bisa buka sampai jam 5 sore. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry