UANG : Ratusan masyarakat berlarian mendatangi rombongan mobil penukaran uang di Kawasan SLG (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Agenda kegiatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Kediri selama Bulan Ramadan tahun ini, pada Sabtu (19/05/2019) dimulai pukul 14.00wib menggelar kas keliling bersama bertempat di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).

Ratusan masyarakat telah menunggu sejak siang pun, terpaksa harus berlari karena lokasi penukaran uang baru berpindah tempat. Hadir dalam acara ini, Kepala BI Kediri, Musni Hardi Kasuma Atmaja, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan perwakilan pimpinan perbankan.

Dengan menggunakan nomor antrian dan kemudian jarinya dicelupkan tinta, merupakan aturan diterapkan Bank Indonesia Kediri, sebagai salah satu cara menjalankan aturan telah ditetapkan bersama.

“Masing-masing orang diberi kuota Rp. 3,7juta untuk setiap kali penukaran. Kami sediakan nomor antrian untuk 100 orang pada setiap mobil kas, bagi yang menukar di mobil Kas BI, kami minta jarinya untuk dicelupkan ke tinta,” jelas Nasrullah, Asisten Direktur KPBI Kediri.

Acara digelar sejak tanggal 7 Mei ini, direncanakan akan berakhir pada 28 Mei dengan menggandeng sejumlah bank. Uang baru layak beredar disediakan BI Kediri sebesar Rp. 6,1 triliun, adapun untuk kegiatan di SLG disediakan uang sebesar Rp. 1,33 triliun, kemudian sisanya 4,8 triliun akan digelar sesuai jadwal telah ditetapkan termasuk penukaran pada Operasi Pasar Murni (OPM) dan di semua kantor Perbankan.

“Kami sampaikan masyarakat tidak perlu kuatir, pada hari ini kami sediakan Rp 1,33 triliun dan masih ada Rp 4,8 triliun uang baru layak edar. Masyarakat bisa melakukan penukaran saat kegiatan operasi pasar di kelurahan atau datang ke kantor bank pada hari Selasa dan Kamis, jam pelayanan mulai pukul 09.00 hingga pukul 10.00,” jelas Musni Hardi, dikonfirmasi usai kegiatan.

Selain melakukan program penukaran, pihak BI Kediri juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi atas uang asli yang layak edar.

“Kami juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat atas uang asli, untuk mengantisipasi adanya uang palsu,” imbuhnya.

Sejumlah warga pun mengaku antusias atas prigram ini, namun beberapa menggeluh karena nomor antrian ternyata ada telah dibagikan sebelum pelaksanaan.

“Kami menunggu sejak siang di tempat biasanya, tiba-tiba tempatnya pindah, terpaksa kami berlari menggejar mobil kas untuk mengambil nomor antrian. Ternyata ada beberapa orang telah memiliki nomor antrian, katanya sudah diberikan kemarin,” jelas Susanto, warga Desa Ngasem terlihat kecapekan sambil antri pengambilan uang di Mobil Kas BRI. (nng)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.