TELITI: Wakapolres Kompol M Nur Hidayat memeriksa satu persatu senpi milik anggota polisi Gresik dalam pelaksanaan rutin pemeriksaan senpi di Mapolres setempat, kemarin. Duta/Agus Salim Luthfi

GRESIK  | duta.co- Mengantisipasi penyalahgunaan senjata api (senpi), Polres Gresik melakukan pemeriksaaan senpi para anggotanya. Pemeriksaan yang rutin dilakukan tiap tiga bulan sekali itu berlangsung di Mapolres Gresik. Pemeriksaan dimaksudkan untuk mengecek keabsahan surat dan kondisi senjata.

Satu per satu Senpi jenis revolver beserta suratnya diperiksa dengan diawasi oleh Wakapolres Gresik, Kompol M Nur Hidayat. Senpi yang dibawa personel dari fungsi Reskrim dan Intelkam di Polres Gresik, termasuk yang bertugas di Polsek-Polsek jajaran dalam kondisi fisik Senpi baik, amunisi lengkap dan siap pakai.

Dijelaskannya, pemeriksaan Senpi itu sesuai prosedur tetap. Selain untuk mengecek keabsahan surat, pemeriksaan juga mengetahui kondisi Senpi yang digunakan anggota dalam melaksanakan tugas. “Dari hasil pemeriksaan  sebanyak 224 unit senpi anggota tidak ditemukan adanya pelanggaran baik administrasi maupun kondisi fisik senpi dimaksud,” ungkap Waka Polres, Kamis (16/3).

Dirinya menambahkan sebagai ratusan anggota Polres Gresik yang memegang senpi menjalani tes psikologi untuk peningkatan karir dan pemakaian senjata api. Dari tes itu bisa dilihat kinerja anggota dan kecocokan membawa senjata api (Senpi). Tes yang dilakukan di kantor Pemkab Gresik beberapa Minggu lalu, dikuti oleh 200 anggota Polres Gresik baik yang baru maupun yang sudah senior.

Tes psikologi yang diadakan secara rutin setiap 6 bulan sekali oleh Polres Gresik itu untuk mengetahui minat, bakat anggota baru, pengembangan karir para senior dan kecocokan penggunaan senjata api. Pengembalian senjata api oleh anggota dilakukan setiap dua tahun sekali. Sehingga dari tes psikologi tersebut bisa menjadi bahan evaluasi. Anggota yang memakai senpi dan yang mengajukan senpi semuanya dites psikologinya. gus

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry