SOROTI IMB: Massa saat menyerahkan Spanduk dipasangi CD dan BH (duta.co/Habib)

PAMEKASAN | duta.co -Ratusan massa yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (Alpart) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pamekasan, Rabu (14/08). Massa aksi menuntut penjelasan Bupati Pamekasan mengenai maraknya kafe dan restoran tidak memiliki izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Para peserta bergantian melakukan orasi sambil menunggu orang nomer satu di pamekasan itu datang menemu mereka. Tetapi setelah cukup lama ditunggu  bupati juga belum datang menemui peserta aksi.

Merasa kecewa dengan bupati . Akhirnya sebagia massa aksi ada yang membentangkan spanduk bertuliskan “Pamekasan Gagal Hebat” dan ” “Pemerintah Kabupaten Pamekasan Mandul” yang di pasangi pakaian dalam berupa celana dalam dan BH.

Korlap Aksi, Basri mengatakan, Pakaian dalam ini sebagai bentuk kritik kepada kebijakan bupati Pamekasan yang sudah tidak bisa menindak tegas terhadap kafe yang ilegal di Pamekasan

Dijelaskan, ada ratusan bangunan berupa kafe dan restoran di Pamekasan yang diduga tidak memiliki izin. Untuk itu pihaknya menuntut agar Bupati harus bersikap tegas dan menindaklanjuti terkait pelanggaran tersebut. Basri mengaku memiliki bukti jika ratusan kafe dan restoran di Pamekasan  justru tidak memiliki kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) sepeserpun.

“Kalau ada maka ada stiker yang menjelaskan jika kafe tersebut membayar pajak 10 persen kepada Pemkab Pamekasan,” ketusnya.

Massa aksi yang kecewa kemudian menyerahkan spanduk yang dilengkapi dengan pakaian dalam wanita tersebut kepada Pemkab melalui Satpol PP yang menemui mereka.

Plt Kasatpol PP Pamekasan, Kusairi menuturkan kepada massa aksi siap menyampaikan permintaan dan tuntutan massa aksi kepada Bupati Baddrut.

“Apa yang menjadi tuntutan massa aksi kami siap meneruskan kepada bapak  Bupati,” pungkasnya. bib

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry