Massa aksi dari FSPKEP melakukan orasi dan mengadu sulitnya pelayanan BPJS untuk perpindahan faskes ( ft.duta.co:   agus)
GRESIK | duta.co – Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSPKEP) cabang Gresik mengaduh ke kantor BPJS cabang Gresik. Aspirasi mereka hanya diterima melalui surat tertulis, sebab kepala cabang BPJS Gresik sedang tidak ada ditempat, Rabu 31/1/2018.
“Kami hanya mengaduh sebagai keberatan dan keluhan kami sebagai pekerja di kabupaten Gresik. Kami punya kartu Indonesia sehat, namun tidak bisa dipergunakan sebab terbentur dengan faskes di daerah asal,” terang Andika salah satu massa aksi.
Keluhan tersebut dirasakan para pekerja sudah berlangsung lama, dan tidak ada tindak lanjut. Untuk itu para pengunjukrasa berharap BPJS untuk memberikan solusi. Sebab mereka merasa ikut bergotongroyong memberikan pemasukan ke BPJS.
Sementara perwakilan dari humas BPJS sendiri bisa menampung aspirasi para massa aksi. Dengan berjanji akan menyampaikan aduan mereka ke kepala BPJS cabang Gresik yang sedang tugas luar. Mereka pun menulis keluhan tersebut di kertas dan diberikan ke pihak BPJS.
Sementara itu, Suhartina Perwirawati kepala Bidang Keperawatan dan Pelayanan Peserta BPJS cabang Gresik saat dikonfirmasi perihal pemindahan faskes itu perihal yang tidak sulit, anggota JKN bisa mengubahnya sewaktu-waktu. Justru pihak perusahaan harus berperan aktif kepada pekerjanya untuk bisa memfasilitasi.
“Faskes asal itu bisa dipindah tentu dengan prosedur yang ada dan ini sangat mudah. Artinya bisa dilakukan ketika pekerja dari luar Gresik yang akan pindah ke Gresik. Harusnya HRD perusahaan bisa memfasilitasi agar tidak mengganggu kerja karyawannya,” pungkasnya.-(gus/sal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.