PASURUAN | duta.co – Ratusan jamaah memadati pelataran Pondok Pesantren Modern Nurush Shobah, Dusun Banggle, Desa Gununggangsir, Beji, pada Jumat malam (13/2/2026). Acara ini digelar dalam rangka Haflah Akhirussanah sekaligus penutupan sementara pengajian rutin Kitab Al-Hikam menjelang bulan suci Ramadhan.

Acara yang diinisiasi oleh Majelis Ta’lim ‘Ulumuddin (Mata’ul) ini menghadirkan ulama asal Mesir, Asy Syeikh Ashim Al Azhar, dengan didampingi Dr. KH. Moh. Najib Syafi’i (Gus Najib) sebagai penerjemah.

Dalam pesannya, Syeikh Ashim menekankan bahwa Ramadhan adalah “madrasah jiwa”. Beliau membagikan empat kiat utama bagi jamaah, antara lain, Pahami Fiqih: Beribadah harus berlandaskan ilmu agar tidak sia-sia. Cinta Al-Qur’an: Memperbanyak tadarus sebagai penerang hati. Jaga Jamaah: Mengutamakan shalat berjamaah untuk menjaga kualitas ibadah. Kesalehan Sosial: Memperbanyak amal, syukur, sabar, dan gemar menolong sesama.

Majelis Mata’ul kini menjadi pusat kajian kitab kuning yang kredibel di wilayah Beji. Kehadiran tokoh-tokoh seperti KH. Yazid Bustomi dan KH. Abd. Ghofur semakin memperkuat syiar agama di desa tersebut.

Muhaimin (Cak Imin), pengurus harian majelis, menyatakan bahwa aktivitas ngaji rutin akan diliburkan selama bulan puasa dan berlanjut kembali setelah lebaran. Ia berharap para kiai dan jamaah diberikan kesehatan untuk terus istiqomah dalam menuntut ilmu. (Puj)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry