SURABAYA | duta.co – SD Khadijah Wonorejo Surabaya tetap menyerahkan raport tengah semester pada peserta didiknya. Hanya saja, kali ini penyerahan nilai akademik ini dilaksanakan secara online.

Kepala Sekolah SD Khadijah Wonorejo Surabaya, Muhammad Iqbal mengatakan penyerahan raport secara online tersebut untuk menjaga protokol kesehatan. Mengingat saat ini kota Surabaya masih menyandang status zona orange Covid-19.

“Kami melasanakan rapotan online pagi ini untuk menjaga jarak karena masih berada pada zona orange, sehingga protokol kesehatan harus tetap dijaga,” katanya, Sabtu (17/10/2020).

Dari 240 peserta didik SD Khadijah Wononorejo, ada 180 siswa yang ikut online. Sisanya bisa melihat prosesi rapotan melalui video yang di share lewat youtube.

Para guru sendiri, kata Iqbal, membagi raport tidak dari sekolah, tapi dari rumah masing-masing dengan mengirimkan soft copy raport melalui washap.

Menurut Iqbal, tujuan penilaian yang rangkum dalam raport adalah semata-mata untuk memberikan progress report pada siswa. Hal itu karena rapot bukan satu-satunya tolak ukur keberhasilan anak-anak, apalagi pada masa seperti ini.

“Jadi ini adalah progres report, bukan satu-satunya. Karena sebenarnya keberhasilan anak tidak ditentukan oleh raport. Tapi raport hanya akan menjadi alat bantu untuk mengukur keberhaisilan anak dan alat bantu orang tua untuk memberi motivasi pada anak supaya semangat belajarnya tetap dijaga,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 pihaknya menerapkan metode pembelajaran Badru (Belajar Dari Rumah). Setiap hari para guru membagikan materi pembelajaran lewat grup WhatsApp, kemudian share link materi video pemblajaran. Pada hari yang sama guru memberi materi lewat zoom.

“Jadi guru tetap mendampingi mulai belajar, ngaji hingga sholat. Itu semua terintgrasi dalam website kami Badru, belajar dari rumah,” tegasnya.

Tidak berhenti disitu, meski ditengah pandemi para siswa sampai saat ini masih mempertahankan tradisi berkarya. Setiap awal pekan, siswa membuat komik atau disebut Semik (Senin Komik). Nantinya, kata Iqbal, karya yang sudah terbingkai 123 halaman itu akan diterbitkan sebagai catatan pengalaman selama pandemi.

“Semua kita upayakan untuk membuat sebuah karya baik siswa, guru dan ortu. Jadi semua bergerak membuatnya tidak hanya menyuruh saja,” katanya.

Bagi walimurid, SD Khadojah Wonorejo menyediakan waktu setiap hari Sabtu pada jam 08.00 Wib untuk ikut pengajian hadis. Hal itu supaya para orangtua mendapatkan penyegaran ilmu pengetahuan dan keagamaan.

“saat-saat tertentu saya menemui anak melalui zoom. Ada juga beberapa anak yang datang ke sekolah jika kangen, tapi tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandas Iqbal. rdo

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry