JEMBER | duta.co – KH Abdullah Syamsul Arifin Ketua Tanfidziyah PCNU Jember, akrab di panggil Gus Aab menegaskan, bahwa, potensi warga NU di Jember begitu besar. Baik dari sisi jumlah warga NU-nya, lembaga pendidikannya ( pondok pesantren dan madrasah ) serta Universitas Islam Jember ( UIJ ). Dan itu semua berpedoman pada ahlus sunnah waljamaah, dengan misinya li’ilaai kalimatillah.

Hal ini disampaikan Gus Aab pada saat mengisi pengajian memperingati Muharram 1441 H yang diselenggarakan keluarga besar Pesantren An-Nur Kesilir Wuluhan, Jember Sabtu (14/9/19). Diingatkan kepada warga NU dan seluruh jajaran struktural NU, termasuk Lembaga dan Banom NU di Jember, untuk bangkit dan bersatu meningkatkan dakwah  Islam Ahlussunnnah Wal Jamaah An-Nahdliyah serta dakwah sosial, kesehatan dan kesejahteraan ummat.

Mengawali tausyiahnya, Gus Aab menjelaskan, bahwa, Jember itu potensi NUnya sangat besar. Potensi NU yang besar ini, harus mendapat perhatian dan dukungan dari sisi regulasi dan kebijakan. “Oleh karenanya, warga NU harus segera ‘melek’ politik, bangkit dan bersatu menghadapi Pilbup Jember 2020,” tambah Gus Aab di acara Muharram sekaligus tasyakuran terpilihnya Dra Hj Sriwinarni Lukman dari PKB sebagai anggota DPRD Kabupaten Jember, Sabtu (14/9/19)

Hadir dalam acara tersebut Umi Zahrok MSi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang baru dilantik mewakili Dapil Jember-Lumajang.

Ceramah Gus Aab yang penuh humor, ciri khas NU ini, sontak mengagetkan, termasuk bila ada kader PKB, baik itu DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI, jika kiai menentukan pilihannya, walau hanya baru bertugas di DPRD dan DPR RI, harus siap maju di Pilbup Jember 2020. “Termasuk Bu Umi Zahrok,” tegasnya disambut tepuk tangan gemuruh.

Gus Aab mengajak warga NU berdoa bersama agar dalam Pilbup 2020 Jember punya Bupati asli dari NU, kalau tidak ada dari NU, paling tidak, Bupati yang bisa disarungi.

Ditambahkan Gus Aab, bia pada akhirnya PCNU menemukan Calon Bupati secara amaliah itu NU (mau tahlilan, baca qunut, istighotsah an dll ), tapi tidak pernah masuk pengurus struktural di semua level, Lembaga dan Badan Otonom ( Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU. Ansor, Sarbumusu ) Nahdlatul Ulama, maka, calon ini kudu disarungi.

Gus Aab meminta semua warga NU di Jember harus aktif membicarakan politik terkait Pilbup 2020 Kabupaten Jember dan diulang-ulang dalam setiap pengajian beliau bahwa Warga NU jangan tabu membicarakan politik di majelis taklim, di pengajian dan forum-forum NU.

Tidak Tergantung Isi Tas

Gus Aab dengan gamblang dan terbuka menyampaikan di seluruh warga NU, di setiap pengajian NU bahwa PCNU Jember saat ini sedang menyaring dan menjaring kader-kader NU, diantaranya akseptabilitas, elektabitas. “Termasuk isinya tas,” demikian disambut gerrr hadirin.

Dari ketiga tahapan itu, yang paling utama adalah bila kiai-kiai NU, tentu caranya khusus sebagai ulama telah menetapkan memimilih pemimpin si A, maka semua warga NU baik struktural maupun non struktural harus taat keputusan ulama.

“Gimana kalau calon Bupati yang diputuskan ulama tidak punya isinya tas, justru inilah kekhususan dan dianggap kelebihan ulama memandang pemimpin yang akan di pilih untuk didorong ke Pilbup Jember,” tambah Gus Aab.

InsyaAllah bila kiai-kiai NU sudah menjatuhkan pilihan terhadap calon Bupati Jember 2020, isinya tas tidak menjadi yang utama, karena warga NU akan bergerak dengan ketulusannya, tambah Gus Aab.

Kiai-kiai NU menetapkan calon pemimpin bukan karena banyak dan sedikitnya isi tas, tapi mata batinnya menembus langit menggantungnya Ridho ALLAH SWT, demikian keyakinan Gus Aab dalam tausyiahnya. (mak)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry