SURABAYA | duta.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong Gerakan Pramuka Jawa Timur tampil lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung agenda pembangunan daerah maupun nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Khofifah selaku Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim saat Rapat Paripurna Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Rapat Paripurna Andalan Kwarda Pramuka Jatim ini menjadi tonggak awal penyusunan arah kebijakan dan program kerja Gerakan Pramuka Jawa Timur lima tahun ke depan dengan komitmen menghadirkan kepramukaan yang adaptif, produktif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Menurut Khofifah, produktivitas Pramuka bukan sekadar jargon, melainkan implementasi nyata nilai Satya dan Dasa Dharma Pramuka di tengah masyarakat. Ia menilai banyak Program Strategis Nasional yang dapat menjadi ruang kontribusi Pramuka jika dipetakan secara cepat, tepat, dan terarah.

“Pramuka harus produktif dan jeli melihat peluang. Program strategis nasional sudah ada, tinggal menentukan di titik mana Pramuka mengambil peran,” tegas Khofifah.

Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Gerakan Pramuka dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai mitra strategis pelaksanaan program prioritas nasional.

“Peningkatan produktivitas Pramuka perlu didukung sinergi yang kuat dengan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Sinergi tersebut penting karena perangkat daerah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program prioritas nasional,” ujarnya.

Dalam arahannya, Khofifah memaparkan sejumlah program strategis yang berpotensi melibatkan Pramuka, di antaranya swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dari sektor perikanan. Ia juga menyinggung pembangunan kolam ikan lele yang terus ditingkatkan untuk mendukung kebutuhan protein masyarakat.

Selain itu, terdapat pula program pembangunan Grand Parent Stock indukan ayam skala nasional serta peningkatan produktivitas sapi perah yang membutuhkan dukungan impor sekitar 200 ribu sapi dara bunting. Menurut Khofifah, peluang tersebut harus dijawab dengan langkah konkret oleh Gerakan Pramuka.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar rencana, tapi plan of action yang jelas,” ujarnya.

Untuk itu, Khofifah meminta Kwarda Pramuka Jatim segera membentuk desk-desk kerja di luar Satuan Karya (Saka) guna memetakan peran sekaligus menyusun rencana aksi yang terukur.

“Betapa banyak ruang produktivitas yang bisa di-create oleh Kwarda Pramuka Jawa Timur, oleh kwartir cabang, satuan karya, hingga dewan kerja. Ini perlu segera dipetakan dan dikoordinasikan agar bisa menjadi plan of action yang jelas,” katanya.

 

Khofifah juga menegaskan bahwa penguatan peran produktif Pramuka sejalan dengan tema kepengurusan 2025–2030, yakni adaptif, produktif, dan berkelanjutan, serta mendukung prioritas pembangunan Jawa Timur dalam RPJMD 2025–2029 seperti Jatim Sejahtera, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

Di sisi lain, ia mengingatkan Pramuka tetap memegang peran strategis dalam pembinaan karakter generasi muda di tengah tantangan sosial dan digital yang semakin kompleks, mulai dari pergaulan bebas, narkoba, perundungan, intoleransi, hingga kecanduan gawai.

“Pramuka harus hadir sebagai ruang pembinaan karakter yang sehat, disiplin, empatik, dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Khofifah juga mengajak Pramuka memperkuat literasi digital, etika bermedia sosial, serta kecakapan teknologi informasi agar generasi muda mampu bersikap bijak dan produktif di ruang digital.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim masa bakti 2025–2030, HM Arum Sabil, menyatakan kesiapan pihaknya menindaklanjuti arahan Gubernur. Ia menegaskan program “Pramuka Produktif” akan terus dilanjutkan dengan fokus pada isu ketahanan pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Pramuka produktif memang mengarah ke persoalan pangan, tetapi tidak hanya itu. Pertanian, perkebunan, dan peternakan terintegrasi akan kami kembangkan, termasuk mengarah pada energi baru terbarukan dan konsep zero waste,” jelas Arum.

Menurutnya, Pramuka akan digerakkan melalui kegiatan edukatif dan berkelanjutan agar peserta didik memahami sektor pangan secara utuh, dari hulu hingga hilir, di seluruh kwartir cabang pada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Kami ingin kegiatan yang membuat adik-adik Pramuka merasa nyaman, happy, bahagia, dan tentu berkelanjutan,” pungkasnya. (Rid)

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry