
PROBOLINGGO | duta.co – DPRD Kota Probolinggo menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo, Senin (7/9/2026).
Rapat paripurna berlangsung khidmat di ruang sidang paripurna dengan mengusung semangat “Kota Probolinggo Bersolek, Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Rangkaian acara diawali dengan Tari Kiprah Lengger yang menjadi pembuka rapat paripurna. Suasana semakin semarak dengan penampilan lagu medley lagu-lagu daerah yang dibawakan dalam rangkaian peringatan hari jadi oleh sejumlah siswa Kota Probolinggo.
Rapat tersebut dihadiri sekaligus dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Shynta Kusumawardhani. Hadir pula Wakil Ketua I, Abdul Mujib dan Wakil Ketua II, Santi Wulijeng Prastyani.
Hadir pula Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari serta jajaran kepala OPD Pemerintah Kota Probolinggo.
Ketua DPRD Kota Probolinggo dalam sambutannya menegaskan pentingnya hubungan kemitraan antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan pembangunan daerah.
Menurutnya, di momen HUT Kota Probolinggo ini, DPRD akan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kemitraan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan dibangun melalui sikap saling menghormati, mengingatkan, menguatkan, serta bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Ketika pemerintah menjalankan kebijakan yang baik, DPRD akan memberikan dukungan. Ketika ada kebijakan yang perlu diperbaiki, DPRD akan menyampaikan masukan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perbedaan fungsi antara eksekutif dan legislatif tidak boleh membuat keduanya berbeda tujuan.
“Eksekutif dan legislatif boleh berbeda fungsi, tetapi tidak boleh berbeda tujuan. Tujuan kita sama, mewujudkan Kota Probolinggo yang semakin maju, adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.
Dalam momentum Hari Jadi ke-667, semangat “Bersolek” kembali ditekankan oleh DPRD Kota Probolinggo sebagai identitas pembangunan Kota Probolinggo.
Bersolek merupakan akronim dari Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Organik, Lestari, Edukatif, dan Kreatif. Konsep tersebut diarahkan untuk membangun Kota Probolinggo yang berdaulat, adil dan makmur.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, konsep Bersolek tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo menjadi salah satu capaian yang patut diapresiasi. Pemerintah kota juga terus mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Di bidang pendidikan, Pemkot Probolinggo terus meningkatkan kualitas literasi dan numerasi sekaligus menjalankan berbagai program untuk menangani anak putus sekolah.
“Program-program pendidikan terus kita tingkatkan untuk membuat Kota Probolinggo zero anak tidak sekolah,” ujar Aminuddin.
Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus pembangunan Kota Probolinggo.
Pada akhir tahun ini, Pemkot Probolinggo menyiapkan anggaran Rp1,45 miliar untuk subsidi beasiswa bagi 1.450 anak Kota Probolinggo yang berasal dari keluarga kurang mampu tetapi memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Selain pendidikan, pemerintah juga terus memperkuat sektor kesehatan dan pelayanan publik.
Aminuddin menyampaikan, Kota Probolinggo juga tengah menyiapkan pembangunan sekolah rakyat yang direncanakan mulai dibangun pada akhir 2026 atau awal 2027.
Dalam bidang pelayanan publik dan digitalisasi, Pemkot Probolinggo menargetkan penguatan akses internet melalui pembangunan 30 super koridor. Saat ini telah tersedia dua super koridor, yakni di Jalan Suroyo dan Jalan Cokroaminoto.
Ke depan, super koridor tersebut akan diperluas ke berbagai wilayah Kota Probolinggo dengan harapan mampu memperkuat akses internet masyarakat.
Pemkot Probolinggo juga berencana memperkuat sistem keamanan kota melalui pemasangan sekitar 300 kamera pengawas atau CCTV di berbagai sudut kota.
Program tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak terkait, termasuk kepolisian, untuk meningkatkan pemantauan keamanan selama 24 jam.

Aminuddin mengatakan, berbagai program tersebut diarahkan agar seluruh wilayah Kota Probolinggo benar-benar mendapatkan manfaat pembangunan.
“Bagaimana semangat kita untuk Bersolek? Terakhir, Bersolek ditutup dengan kreativitas,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan Kota Probolinggo tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah dan DPRD. Kolaborasi dengan seluruh masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
“Eksekutif dan legislatif tentu tidaklah cukup dalam proses pembangunan tanpa melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin juga menyampaikan bahwa Kota Probolinggo telah memperoleh 54 penghargaan sepanjang 2025 dari tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Capaian tersebut, kata dia, menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan sekaligus memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai daerah yang aman, damai dan menjadi rujukan bagi daerah lain.
Memasuki usia 667 tahun, Aminuddin mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat gotong royong dan kolaborasi. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan hari ini harus memberikan manfaat hingga generasi mendatang.
“Dari masa lalu kita belajar, hari ini kita bekerja, untuk masa depan kita berjuang,” pungkasnya. hul








































