DESA : Saat rapat kerja Komisi 1 dipimpin Dodi Purwanto, Ketua DPRD bersama PKD dan Pemkab Kediri (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Kabar baik disampaikan Johansyah Iwan Wahyudi, selaku Ketua Paguyuban Kepala Desa (PKD) usai pertemuan dengan sejumlah satuan kerja di Pemerintah Kabupaten Kediri pada Senin (14/09). Telah dicapai kata sepakat atas pengurangan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dipergunakan untuk penangganan dan pemulihan wabah Covid-19. Dari semula Rp. 15,5 Milyar, telah disetujui hanya sebesar Rp. 15,075 Milyar

Dalam rapat dihadiri perwakilan para kepala desa tergabung dalam PKD, sementara dari pihak pemerintah kabupten dihadiri perwakilan dari Bappeda dan DPMPD. Disepakati pemangkasan untuk total 343 desa hanya sebesar Rp. 725 juta. “Artinya setiap desa hanya dikurangi dua juta 113 ribu, dari 725 juta dibagi untuk 343 desa di Kabupaten Kediri,” terang Johansyah dikonfirmasi usai pertemuan.

Dengan minimnya angka pengurangan ini, diterangkan Ketua PKD, akan mampu tertutupi dengan pemasukan dari sektor Pendapatan Asli Desa (PAD). “Konsekuensinya kami maksimalkan PAD masing – masing desa untuk menutupi kekurangan pemangkasan ini. Kami yakin mampu teratasi dan tahun anggaran depan diharapkan tidak terjadi karena saat ini kita sedang menghadapi wabah corona,” jelasnya.

Dengan kesepakatan ini, diharapkan pada Rapat Paripurna dijadwalkan digelar Senin malam, mendapatkan persetujuan dari DPRD. Menginggat saat digelar rapat kerja antara legeslatif bersama Pengurus PKD dihadiri eksekutif, dipimpin Ketua DPRD Dodi Purwanto. Kalangan dewan meminta tidak dipangkas dan dikembalikan secara penuh. Menginggat agar yang diserap pemerintah daerah dalam penangganan Covid, masih menyisakan anggaran cukup banyak. (nng/adv)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry