
SURABAYA | duta.co – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya berkembang pesat. Jumlah siswa yang terus bertambah, gedung megah, sarana prasarana memadai serta banyak kesuksesan lainnya.
Tidak ingin sukses sendiri, Smamda Surabaya menyadari kesuksesan itu bukan karena peran satu atau dua orang. Melainkan peran banyak orang, banyak pihak, terutama para guru, tenaga kependidikan, siswa, wali siswa dan pihak-pihak lainnya.
Tak heran, saat halal bihalal, Senin (30/3/2026), di Smamda Tower, tidak hanya para guru aktif yang hadir, namun mantan guru, mantan kepala sekolah, alumni, wali siswa dan banyak lainnya.
“Ini sebagai sebuah upaya bahwa Smamda Surabaya besar karena beliau semua. Kamu ingin merangkul semua pihak agar sama-sama bisa menikmati kesuksesan ini. Selain itu kami ingin meminta saran dari beliau semua untuk Smamda Surabaya ke depan agar bisa lebih maju lagi,” jelas Kepala Smamda Surabaya, Mukhlasin.
Apa yang diraih Smamda Surabaya saat ini membuat kagum semua mantan guru dan kepala sekolah serta karyawan, bahkan para alumninya.
Salah satunya adalah Wahyudi Indrajaya. Wahyudi adalah salah satu guru yang sudah mengajar di Smamda Surabaya sejak pertama kali sekolah itu berdiri yakni di 1975.
Diceritakan Wahyudi, waktu pertama kali berdiri, siswanya hanya 9 orang. Lambat Laun meningkat hingga 200 siswa. Dilanjut Wahyudi menjadi kepala sekolah 1988 – 1999. Saat itulah Smamda Surabaya berkembang pesat. Muridnya bisa mencapai 1.200 dari tinga angkatan.

“Gebrakannya apa bisa sebanyak itu siswanya? Ya dengan meningkatkan integritas guru, meningkatkan kapabilitas guru. Kita tidak hanya mengumpulkan murid banyak tapi bisa memberi nilai tambah. Ibadah iya, prestasi akademik iya, pengembangan bakat siswa, sarana prasarana dan banyak lainnya,” jelasnya.
Karena itu kata Wahyudi, apa yang sekarang terjadi di Smamda Surabaya adalah buah dari proses panjang yang dilalui. Dengan meletakkan kerangka dasar yang benar, maka buahnya akan benar pula.
“Itulah perlunya ditetapkan pemimpin yang konsisten dari generasi ke generasi. Kalau pemimpin benar dan konsisten, maka akan terus konsisten,” tandasnya. lis





































