
dr Bambang Edi Suwito, MSi
Dosen Fakultas Kedokteran (FK)
TIM Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) sukses menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan herbal.
Pelatihan ini untuk peningkatan imunitas dan pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Dusun Paserean Bawah, Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2025, menyasar langsung santri putri sebagai peserta utama.
Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, yang berdiri sejak tahun 1973, merupakan lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif dalam membina santri-santriwati di Madura. Pesantren ini juga telah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Unusa sejak Desember 2022, berperan strategis dalam edukasi dan peningkatan kualitas kesehatan santri.
ISPA Masih Jadi Ancaman di Lingkungan Pesantren
ISPA masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, tak terkecuali di lingkungan pondok pesantren yang padat. Lingkungan pesantren dengan kepadatan penduduk dan interaksi erat antar santri seringkali menjadi tempat rentan penyebaran ISPA. Kesadaran menjaga kesehatan dan pemanfaatan alternatif alami masih perlu ditingkatkan di kalangan santri.
Meski telah ada Poskestren, pengetahuan santri mengenai pemanfaatan tanaman herbal untuk menjaga daya tahan tubuh masih rendah. Padahal, beberapa penelitian telah menunjukkan potensi herbal seperti jahe (Zingiber officinale) dan kunyit (Curcuma longa) sebagai imunomodulator alami.
Bekali Santri dengan Pengetahuan dan Keterampilan Herbal
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran santri dalam menjaga imunitas dan mencegah ISPA melalui pemanfaatan herbal sederhana. Para santri diberikan edukasi komprehensif mengenai pentingnya daya tahan tubuh dan pengenalan jenis-jenis tanaman herbal yang berkhasiat.
Kami melatih para santri secara langsung dalam pembuatan ramuan herbal sederhana yang dapat dikonsumsi sehari-hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk mengolahnya menjadi minuman kesehatan dan suplemen herbal instan.
Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan dalam kegiatan ini, dimulai dengan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan pengelola pesantren, tenaga kesehatan, dan santri husada. Selanjutnya, sesi edukasi interaktif dan pelatihan langsung pembuatan suplemen herbal menjadi inti kegiatan. Evaluasi efektivitas program dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, yang diharapkan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan santri.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pola hidup sehat dan mampu secara mandiri memanfaatkan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan mereka.
Kami berharap intervensi ini dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan ISPA di lingkungan pesantren serta meningkatkan kualitas hidup santri secara keseluruhan. *








































