MoU antara Bank Maspion dengan Ponpes Nurul Jadid.  Bank Maspion memang gencar menggandeng banyak komunitas termasuk pondok pesantren. DUTA/faisol

PROBOLINGGO | duta.co – Bank Maspion mendekati komunitas dalam strategi pemasaran. Komunitas pesantren tengah dibidik.

Ponpes Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sebagai salah satu pesantren tertua dan besar di Indonesia, membuka diri terhadap perbankan.

Kepala Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, pesantren di era modern saat ini tak hanya fokus pada pengajaran, tapi juga merambah pada manajerial dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya,  Nurul Jadid pada tahun lalu  fokus pengajaran dan manajerial pesantren. Tapi pada tahun ini fokus pada pembenahan manajerial dan pelayanan masyarakat melalui jejaring alumni, serta pengembangan ekonomi.

Kiai Hamid menambahkan, kegiatan ekonomi tak lepas dari pesantren, hal itu bisa dilihay dari sejarah NU maupun pesantren. Bahkan, lanjutnya, para pendiri Nurul Jadid terlibat pengembangan bisnis tembakau, salah satu upaya mendongkrak ekonomi pesantren dan warga sekitar.

“Sekarang ada program one pesantren one product. Kenapa dilibatkan, karena pesantren punya jaringan alumni yang bisa mendongkrak ekonomi lewat usaha bersama,” ujarnya.

Kiai Hamid melanjutkan, salah satu upaya mendongkrak ekonomi pesantren yaitu membuka diri terhadap perbankan. Selain terkait permodalan, teknologi perbankan juga memberikan kemudahan untuk pengembangan ekonomi.

“Nurul Jadid men-support Bank Maspion melalui inovasi dan penawaran produknya. Karena pesantren menyadari pentingnya peranan perbankan,” jelasnya saat menerima rombongan Bank Maspion dan OJK.

Dirut Bank Maspion Herman Halim mengatakan, pihaknya merubah strategi pemasaran dengan merambah komunitas pesantren. Di Nurul Jadid, Bank Maspion memberikan Layanan Maspion Auto Payroll Service (MAPS) untuk pembayaran gaji guru, dosen beserta karyawan Ponpes

Lalu pemberian Layanan Maspion Virtual Account (MAVA) secara host to host untuk pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang bulanan, uang ujian, uang pembangunan santri, sekaligus murid di lingkungan satuan pendidikan Ponpes .

“Ada pula pemberian pembiayaan Kredit Konsumtif Community( KKC) untuk guru, dan atau karyawan yang telah terdaftar di Ponpes.  Selain itu kami mendorong terciptanya pelaku UMKM sebagai sub distributor MASPION GROUP melalui program tabungan Dasyatt. Pendidikan dan Pelatihan Perbankan kepada Santri Pondok Pesantren serta peningkatan kualitas SDM,” katanya.

Halim menambahkan, dalam rangka meraih pertumbuhan yang berkesinambungan serta memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini Bank Maspion merubah strategi pemasaran dengan menetapkan target pasar komunitas (Community Business Model) serta mengimplementasikan berbagai Iangkah strategis untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah komunitas.

Dalam perjalanan waktu, Bank Maspion memperhatikan bahwa saat ini teknologi digital telah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan masyarakat serta berpengaruh terhadap perilaku nasabah dalam bertransaksi di era yang serba digitai seperti sekarang.

Memperhatikan perkembangan tersebut, Bank Maspion melakukan berbagai inisiatif dalam mengembangkan layanan digital, dengan membangun berbagai metode pembayaran transaksi online yang sangat berhubungan erat dengan Cashless Payment Settlement antara lain meluncurkan Maspion Virtual Account, Maspion e-Collection.

“Serta penambahan berbagai fitur pada internet banking dan mobile banking, kerjasama dengan berbagai merchant aggregator dalam menerima pembayaran transaksi Visa, Master, JCB dan GPN. Bank Maspion juga tengah melakukan development terkait transaksi berbas”s kode QR,” jelasnya.

Halim menambahkan, visi dan misi serta strategi bisnis Bank Maspion di atas sejalan dengan keinginan dari Pondok Pesantren Nurul yang berkeinginan untuk menjadi peIopor bagi pondok pesantren dalam menerapkan cashless payment system di dalam lingkungan pondok pesantren. Dengan kerjasama ini diharapkan sinergi akan terus maju. afa

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry