
PASURUAN | duta.co – Semarak bulan suci Ramadan di wilayah timur Kabupaten Pasuruan semakin terasa dengan digelarnya Ramadan Fest yang diselenggarakan Karang Taruna (Kartar) Grati. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, yang hadir langsung menyaksikan antusiasme masyarakat.
Dalam sambutannya, Gus Shobih memuji kreativitas para pemuda Grati yang mampu menghadirkan kegiatan positif dan menghidupkan suasana Ramadan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat.
Di sisi lain, tokoh pemuda yang akrab disapa Gus Bay menjelaskan filosofi di balik nama Laskar Wongsopati, kelompok pemuda yang menjadi penggerak utama kegiatan tersebut. Menurutnya, nama Wongsopati dipilih untuk menyerap semangat perjuangan Pangeran Diponegoro.
“Semangat pantang menyerah dan pengabdian kepada rakyat dari perjuangan Pangeran Diponegoro itulah yang ingin kami tanamkan kepada pemuda Karang Taruna Grati melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan,” ujarnya.

Dukungan Penuh dari KUA Grati
Apresiasi juga datang dari Kepala KUA Kecamatan Grati, H. Akhmad Jamaluddin Khoir. Kepada duta.co, pria yang akrab disapa Gus Jamal tersebut menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kolaborasi lintas sektor dalam membina karakter generasi muda.
“Kegiatan seperti Ramadan Fest ini menjadi oase bagi pembinaan generasi muda. Kami di KUA Kecamatan Grati sangat mengapresiasi inisiatif Laskar Wongsopati. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Gus Jamal menambahkan, sinergi antara KUA, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna menjadi kunci penting untuk membentengi remaja dari berbagai pengaruh negatif.
“Spirit Diponegoro yang dibawa Laskar Wongsopati harus termanifestasi dalam akhlakul karimah. Kami siap bersinergi untuk terus memberikan bimbingan, baik melalui penyuluhan agama maupun pendampingan kegiatan sosial ke depan,” tambahnya.
Sarana Dakwah dan Penggerak Ekonomi
Ramadan Fest tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga diramaikan dengan bazar ekonomi kreatif serta berbagai kegiatan keagamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi warga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi sarana dakwah yang inklusif bagi masyarakat Grati.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan KUA, Ramadan Fest diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus memperkuat spiritualitas masyarakat di wilayah tersebut. (Puj)




































