SURABAYA | duta.co – Masjid Asakinah Putra Bangsa yang beralamat di Jl. Arif Rahman Hakim 107–109 Surabaya terus menunjukkan perannya sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat. Berbagai program sosial dan keagamaan digelar secara rutin, baik di dalam maupun di luar bulan suci Ramadan.

Ketua Umum, Hufron, menjelaskan bahwa di luar Ramadan, masjid menyediakan makan siang gratis setiap Senin hingga Kamis. Program tersebut diikuti sekitar 200–250 jamaah setiap harinya.

“Kalau tidak pada bulan Ramadan, kami menyediakan makan siang gratis Senin sampai Kamis. Rata-rata 200 sampai 250 jamaah ikut, setelah kegiatan ibadah kemudian makan siang bersama,” ujarnya.

Memasuki Ramadan, kegiatan semakin ditingkatkan. Takmir menyiapkan buka puasa bersama sebanyak 250–300 porsi per hari. Rangkaian diawali dengan iftar sederhana berupa air mineral, teh hangat, dan makanan ringan yang dapat diambil sendiri oleh jamaah. Setelah salat Magrib berjamaah, jamaah menikmati hidangan utama secara prasmanan.

Konsep penyajian dibuat menyerupai meja hotel agar jamaah lebih nyaman. “Supaya lebih mudah dan tidak perlu berdiri lama saat makan,” tambahnya.

Kegiatan Ramadan juga diramaikan remaja masjid melalui salat Tarawih berjamaah dan tadarus Alquran. Jamaah tetap, pemuda sekitar, hingga pengemudi ojek online (ojol) dan Grab turut menjadi bagian dari aktivitas masjid.

Para pengemudi ojol bahkan kerap memanfaatkan masjid sebagai tempat beristirahat, mencuci kendaraan, hingga mengikuti kajian. Di luar Ramadan, mereka juga menyediakan sarapan pagi serta minuman teh dan kopi secara swadaya.

Selama Ramadan, kegiatan tadarus berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Pintu masjid kemudian dibuka kembali sekitar pukul 02.30 WIB untuk jamaah yang ingin i’tikaf dan sahur bersama. Pada 10 hari pertama Ramadan, takmir menyiapkan sekitar 50 porsi sahur, dengan jumlah yang menyesuaikan kebutuhan jamaah.

Pada 10 Maret 2026 mendatang, Masjid Asakinah akan menggelar buka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa yang dirangkai dengan pengajian akbar. Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama Safari Ramadan bersama Suara Muslim, dengan mengundang sekitar 250 fakir miskin dan anak yatim.

Takmir memilih sistem prasmanan dengan piring dan peralatan makan permanen, bukan kotak kardus. Hal ini dimungkinkan karena masjid telah memiliki dapur umum lengkap dengan juru masak dan peralatan memadai.

“Kalau rawon atau soto tentu pakai mangkuk, kalau menu umum pakai piring. Kami sudah punya fasilitasnya, jadi lebih praktis,” jelas Hufron Sabtu,(28/2/2026).

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid, Anas Bayaksut, menambahkan bahwa di luar Ramadan, Masjid Asakinah aktif menggelar pembelajaran Alquran untuk orang dewasa, mulai dari yang belum bisa membaca hingga mahir. Tersedia beberapa kelas yang diasuh tenaga pengajar berkompeten.

Selain itu, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) bagi anak-anak juga rutin berjalan, termasuk program bantuan sosial untuk janda miskin dan anak yatim. Setiap bulan, sekitar 150 orang menerima santunan. Khusus Ramadan, jumlah penerima santunan meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 1.000 anak yatim, program yang telah berjalan hampir tiga tahun terakhir.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pembinaan umat dan kepedulian sosial,” tegas Anas.

Dengan berbagai program tersebut, Masjid Asakinah Putra Bangsa terus meneguhkan perannya sebagai rumah bersama bagi masyarakat Surabaya, terutama dalam memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. (gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry