Keterangan foto istimewa (net)

“Antusiame rakyat pun membahana. Bayangkan. Baru diupload selama 6 jam saja, poster ajakan UAS di Instagram untuk mendukung ide Masjid Jogokaryan Jogja disukai 121 ribu lebih netizen, termasuk akun resmi TNI Angkatan Laut.”

Oleh: Agi Betha

GERAKAN rakyat untuk membeli sendiri Kapal Selam sebagai pengganti KRI Nanggala 402 yg tenggelam, akan tercatat dalam sejarah Indonesia. Bahkan pada buku sejarah dunia.

Baru kali ini ada rakyat di sebuah negara yang mengalami duka mendalam akibat kehilangan prajurit2 terbaiknya, sontak menciptakan usaha swadaya berupa pengumpulan dana untuk membeli alutsista tempur demi melindungi kehidupan dan keamanan rakyat itu sendiri.

Rakyat menyadari Pemerintah yg berkuasa sedang sibuk memindahkan ibukota negara yang membutuhkan biaya raksasa senilai 466 trilyun rupiah.

Rakyat juga menyadari, waktu Pemerintah telah habis untuk mencari utangan sana-sini demi untuk menambal APBN yg pada Maret 2021 ini saja, sudah tekor 144 trilyun.

Rakyat pun paham, penguasa sedang panik mengejar-ngejar pajak dan membuat daftar baru barang-barang milik rakyat yg perlu dipajaki, demi untuk mengisi kas negara yg kosong.

Rakyat merasa kasihan. Karena segala daya upaya yang sudah dikerahkan Pemerintah agar 11 ribu trilyun duit WNI yang diparkir di luar negeri agar dibawa kembali ke sini, tak membuahkan hasil apa-apa. Padahal data-data para taipan kaya raya itu sudah ada di kantong Presiden sejak tahun 2016 lalu.

Rakyat tidak pernah frustrasi. Mereka selalu optimis. Nrimo. Pun rakyat tidak ada dendam, meski sering distigma buruk oleh Pemerintahnya sendiri. Rakyat berpikir, jika Pemerintah tidak mampu melindungi negara dan seisinya, maka mereka sendirilah yang akan  bergotong royong melindungi diri sendiri. Tanpa perlu ribut-ribut menggugat dan menghujat. Tapi langsung bertindak.

Maka dari itu, tak heran jika ajakan Ustadz Abdul Somad di Instagram pribadinya agar umat mendukung ‘Gerakan Patungan Membeli Kapal Selam oleh Masjid Jogokaryan Jogja’, langsung disambut gegap gempita oleh rakyat. Menjadi pembicaraan dimana-mana. Talk of the town, atau buah bibir di sela keheningan rakyat menunaikan ibadah Ramadhan tahun ini.

Rasa duka cita yang mendalam karena kehilangan 53 prajurit yang gugur bersama tenggelamnya KRI Nanggala 402, berubah menjadi harapan. Rakyat yang selalu merasa satu jiwa bersama TNI menggumamkan asa bahwa tragedi yang menimpa para Prajurit Hiu Kencana itu tak boleh sia-sia.

Pasukan Yontafib, Kopaska, Denjaka, dan seluruh prajurit TNI Angkatan Laut harus tetap bangga menjaga negara dengan kecanggihan peralatan tempurnya yang sejajar dengan milik negara lain. Rakyat bermimpi ingin menjadikan Indonesia seperti dahulu kala, sebagai salah satu negara yang memiliki kekuatan tempur terbesar di Asia. Maka biarlah mati satu, asalkan tumbuh seribu. Biarlah KRI Nanggala 402 beristirahat tenang di dasar samudera, rakyat Indonesia akan membelikan penggantinya.

Antusiame rakyat pun membahana. Bayangkan. Baru diupload selama 6 jam saja, poster ajakan UAS di Instagram untuk mendukung ide Masjid Jogokaryan Jogja dan menyumbang duit untuk membeli kapal selam sendiri itu, sudah disukai oleh 121 ribu lebih netizen, termasuk oleh akun resmi TNI Angkatan Laut.

Status UAS itu juga panen komentar, yakni ada 4.336 komentar yang umumnya mendukung seruan positif tersebut. Poster itu pun menjadi tenar, karena di-download dan dibagikan ke berbagai media sosial.

Sementara itu di dunia nyata, rakyat Jogja juga menyambut gembira ajakan Masjid Jogokaryan. Masjid yang selama ini sangat dipercaya karena terkenal amanah dalam mengelola uang jamaah itu, menuai pujian. Ajakan orisinil itu menggerakan hati umat, dari kelas papa hingga kaya raya. Seribu, dua ribu, uang berwarna hijau, biru, dan merah, pelahan mulai terkumpul.

Melihat besarnya antusiasme rakyat dalam menyambut seruan perjuangan dari Masjid dan Takbir dari ulamanya ini, maka dapat diprediksi bahwa Gerakan Open Donasi tersebut akan menjadi bola salju yg menggelinding. Makin lama makin membesar. Karena seruan dari satu ulama pewaris ilmu Nabi SAW, biasanya akan digemakan oleh para ulama-ulama hanif lainnya. Sehingga menjadi orkestra ajakan yg menggema dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.

Mari dukung Indonesia memiliki kapal selam baru yang canggih dan aman bagi para prajurit TNI penjaga laut Nusantara.

Cita-cita luhur yang lahir dari rahim ibu pertiwi dan dikumandangkan oleh ulama ini, insya Allah akan membawa kejayaan bagi rakyat dan Negara Indonesia.

ALLAHU AKBAR…!!!MERDEKA…!!!

Agi Betha juga dikenal sebagai mantan Jurnalis
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry