
SIDOARJO | duta.co – Kabupaten Sidoarjo menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional PERBAMIDA Tahun 2026 yang digelar di Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 undangan, dengan 120 peserta Rakernas yang berasal dari jajaran direksi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi industri BPR bersama pemerintah daerah dalam mendorong penguatan UMKM serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua PERBAMIDA, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, ST., MM., yang juga menjabat Direktur Utama PT BPR Delta Artha Sidoarjo, menyampaikan bahwa Rakernas dan Seminar Nasional ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional PERBAMIDA. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi pengalaman sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
Menurutnya, BPR dan BPRS memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang dekat dengan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan mikro. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, penguatan ekonomi lokal diharapkan berjalan lebih optimal dan inklusif.

Setelah seminar nasional, kegiatan dilanjutkan dengan Rakernas sebagai forum diskusi untuk menyusun program kerja organisasi, memperkuat arah kebijakan, serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi industri BPR/BPRS.
Sofia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Harapan saya sederhana, semoga kita tidak hanya pulang membawa materi, tetapi juga semangat baru, ide baru, dan kolaborasi yang semakin erat. Tantangan ke depan memang tidak ringan, namun dengan kebersamaan kita mampu menjadikannya peluang,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penguatan peran BPR sebagai mitra strategis pembangunan ekonomi daerah. BPR dinilai memiliki posisi penting dalam menjangkau masyarakat sektor informal dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya terlayani perbankan umum.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital agar industri BPR mampu beradaptasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menghadirkan layanan keuangan yang cepat, efisien, dan aman.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman, AP., M.Si., menyambut baik penyelenggaraan Rakernas PERBAMIDA di Sidoarjo. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja sama antardaerah sekaligus meningkatkan kapasitas lembaga BPR dalam menghadapi dinamika sektor keuangan.
Ia berharap forum ini mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan pembiayaan UMKM, pertukaran pengalaman antar pelaku industri, serta peningkatan kualitas layanan keuangan berbasis kebutuhan masyarakat.

Rakernas dan Seminar Nasional PERBAMIDA 2026 juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan permodalan, tata kelola kelembagaan, pengembangan produk layanan, hingga strategi pembiayaan UMKM berbasis digital. Melalui forum ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara BPR, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mendorong ekonomi inklusif serta memperkuat peran BPR sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Secara terpisah, salah satu peserta, Sunaryo D. Beddu, Direktur Utama PT BPR Syariah Saruma Sejahtera Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyampaikan harapannya agar sinergi dengan pemerintah daerah semakin kuat pasca Rakernas.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil, seperti pengelolaan dana bergulir dan program kredit usaha daerah oleh BPR milik pemerintah daerah,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya berkomitmen menghadirkan produk pembiayaan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan UMKM, sehingga kehadiran BPR Syariah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Jawa Timur, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Plh. Sekda Kabupaten Sidoarjo, Direktur Utama Bank BPR Jatim, Direktur Utama BPR Delta Artha Sidoarjo selaku Ketua PERBAMIDA, serta jajaran pengurus DPP dan Ketua DPW PERBAMIDA dari seluruh Indonesia. (loe)





































