SURABAYA | duta.co – DPD Partai Golkar Jawa Timur memberikan target penambahan 4 kursi di DPRD Jawa Timur pada Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2024 mendatang. Artinya, dari 13 kursi DPRD Jatim hasil Pileg 2019 bisa menjadi 17 kursi. Karena itu seluruh kader partai berlambang pohon beringin harus berjuang keras untuk mewujudkan target tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Ketua DPD Partai GolkarJawa Timur M. Sarmuji saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Jawa Timur di Surabaya, Rabu (31/3/2021).

“Untuk mencapai target tersebut, kader-kader yang akan nyaleg di Provinsi harus serius. Disatu sisi DPD Partai Golkar Jawa Timur juga akan memetakan daerah mana saja yang dimungkinkan akan ada penambahan kursinya,” kata M Sarmuji.

Anggota FPG DPR RI ini mengaku optimis jika penambahan 4 kursi DPRD Jatim itu akan bisa dipenuhi. Dicontohkan, untuk Dapil 12 meliputi Tuban-Bojonegoro, dulu Partai Golkar tidak punya kepala daerah disitu, tapi sekarang kita punya Bupati Tuban. Juga dibeberapa tempat lain di Jatim.

Rakerda Partai Golkar Jawa Timur berlangsung selama dua hari hingga Kamis besok diikuti Ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota, anggota fraksi, hasta karya dan pengurus pleno DPD Partai Golkar Jawa Timur.

“Kegiatan ini penting karena kita baru saja menyelesaikan Rakernas dan Rapimnas yang menghasilkan banyak keputusan-keputusan strategis. Jadi ini sosialisasi hasil rakernas/rapimnas 6 Maret lalu,” beber Sarmuji.

Pemetaan masing-masing Dapil Provinsi, kata Sarmuji, juga dibahas dalam Rakerda dan Rapimda hari ini sehingga para Ketua DPD PG kabupaten/kota perlu memahami. Karena setelah ini juga harus dilakukan pada DPD PG kabupaten/kota.

“Rakerda/Rapimda hari ini tepat 3 tahun lagi kita menghadapi Pemilu 2024. Kita tidak perlu lagi mikir apakah Pemilu nanti maju atau mundur. Kita tidak perlu lagi berspekukasi tentang perubahan tata cara Pemilu, spekulasi tentang proporsional terbuka atau proporsional tertutup,  spekulasi tentang besaran Dapil, spekulasi tentang metode konversi suara atau tidak,” terangnya.

Dengan demikian, lanjut Sarmuji pihaknya bisa mempersiapkan segala sesuatunya itu lebih baik lagi. “Kalau kita masih mikir ada perubahan, kita mungkin akan galau,  kita tidak bisa memberikan penekanan pada konsolidasi organisasi atau pada pemilihan caleg yang berkualitas,” dalihnya.

Karena Rakernas/Rapimnas sudah mengambil keputusan keputusan strategis, maka keputusan itu perlu untuk di implementasikan sampai provinsi dan kabupaten/kota.

Keputusan itu diantaranya tentang strategi konsulidasi organisasi, strategi pemenangan maupun Pemilihan Presiden, Pemilu Legislatif maupun Pemilukada. ”Kami mengundang seluruh DPD II untuk menyamakan persepsi, kesamaan langkah, dan kebulatan tekad untuk bisa memenangkan pemilu 2024,” pungkas Sarmuji. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry