Tampak pengurus dan anggota Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) saat berpose bersama di negeri gajah putih Thailand. Duta/Henoch Kurniawan

SURABAYA – Impian Ketua Komunitas Media Pengadilan Kejaksaan (KOMPAK), Budi Mulyono untuk mengajak anggotanya ke luar negeri akhirnya terwujud.

Selama empat hari, 6-9 September 2019, sebanyak 27 anggota KOMPAK menyusuri Negara Thailand. Disela-sela mengenal Negeri berjuluk Gajah Putih itu, KOMPAK juga membahas berbagai rancangan program kerja yang akan dimatangkan dalam Rapat Kerja 2020, akhir tahun nanti.

“Alhamdulliah semua lancar, cita-cita untuk mengajak semua anggota ke luar negeri akhirnya terwujud. Apa yang kita bicarakan di sini nanti kita matangkan lagi, ” ujar Budi Mulyono, yang dikenal salah satu wartawan senior hukum ini.

Selama empat hari, rombongan KOMPAK mengunjugi dua kota, yaitu Bangkok, Ibu Kota Thailand dan Pataya. Hari pertama di Bangkok, rombongan KOMPAK mengunjungi Kuil Wat Arun.

Untuk menuju Kuil Wat Arun, harus menggunakan perahu untuk membelah  Sungai Chaophraya atau dikenal dengan sebutan “River King”, Sungai Para Raja.

Sedangkan di Pataya, tentu pesona pantainya  yang menjadi sasaran utama, selain kehidupan malamnya.  Pantai Pataya yang mirip dengan Kuta Bali ini masih terjaga kebersihannya. Menikmati senja di pantai ini terasa memajakan hati dan mata.

Dari dua kota ini, bukan hanya berwisata dan berdiskusi, tapi juga banyak pelajaran tentang budaya dalam penerapan hukum.

Salah satunya adalah upaya pemeritah Thailand untuk menegakkan hukum, mulai dari hal sepele. Salah satunya mulai tidak ada tempat “bebas” buat para perokok dan tidak ada ampun bagi para pelanggar lalu lintas.

Sejak enam bulan lalu, Bandara Internasional Thailand, Don Mueng membongkar ruangan bebes merokok. Sementara di berbagai pusat perbelanjaan sudah tidak diberbolehkan menghisap rokok, termasuk wisatawan.

Berani melanggar, dendanya 4000 bath atau sekitar Rp 2 juta. Hal sama juga diterapkan bagi pelanggar lalu lintas, mulai dari melanggar jalur hingga tidak memakai helm.

Uniknya di Kota Bangkok, meski kondisi macet hampir sama dengan Kota Jakarta, namun tidak ada bunyi bising klakson. Bukan lantaran ada aturan dan denda, namun karena budaya klakson dianggap tidak etis dan menyinggung perasaan orang.

“Di sini tidak ada bunyi klakson, meski macet dan ada yang ngebut. Klakson bisa menyinggung amarah orang dan membuat keributan, ” ujar Ekaphong Sinping, warga Thailand. eno

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry