Oleh: Eko Prasetyo

Pemred Media Guru Indonesia

Judul       : Sukses Acara tanpa EO

Penulis   : A. Budiarini

Penerbit  : Pustaka MediaGuru

Cetakan  : Pertama, Januari 2017

Tebal       : 78 halaman

Sebuah hadis menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Artinya, berbuat kebaikan dalam bentuk apa pun merupakan sebuah anjuran yang amat ditekankan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kaitannya dengan dunia literasi, kebaikan tersebut bisa berwujud upaya menebarkan inspirasi-inspirasi. Sebab, inspirasi mampu membangkitkan motivasi dan semangat seseorang untuk berbuat hal yang sama. Bayangkan jika banyak kebaikan tercipta dalam sendi-sendi kehidupan, betapa indah dan luar biasanya.

Buku ini merupakan salah satu bentuk kebaikan yang dilakukan oleh penulisnya. Memang sudah banyak buku referensi tentang bidang-bidang tertentu. Buku karya Ninuk Budiarini ini sungguh terasa istimewa karena temanya terbilang unik dan menarik meskipun tidak baru.

Tidak mudah mengadakan kegiatan, apalagi jika kegiatan tersebut termasuk besar, dengan sumber daya yang amat terbatas. Umumnya, acara besar seperti resepsi pernikahan, seminar, lokakarya, ataupun bedah buku menggunakan jasa event organizer (EO). Akan tetapi, buku ini mengungkap kiat khusus dan blak-blakan membuka rahasia sukses berkegiatan tanpa EO.

Budiarini, sang penulis, membuka pengakuan bahwa ide menulis buku ini kali pertama terjadi ketika sekolahnya sedang mengadakan seminar dan peluncuran buku. Selesai acara, banyak peserta yang berbisik minta dibagi ilmunya. Maksudnya, ilmu mengadakan acara mandiri seperti itu. Budiarini lantas terpikir untuk merealisasikannya, berbagi pengalaman dan ilmu lewat buku.

Yang luar biasa, draf buku ini hanya dibuat dalam waktu seminggu. Tepatnya ketika libur semester ganjil 2016/2017.

Tidak mudah mengadakan kegiatan semisal seminar secara mandiri. Akan tetapi, hal itu bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Dalam Bab I, si penulis blak-blakan membuka rahasia bagaimana menemukan ide. Termasuk upaya penyampaian secara komunikatif kepada pimpinan. Apabila ide itu menarik dan memberikan keuntungan bagi lembaga, segera diusahakan untuk penyusunan teknis. Misalnya, kemungkinan acara tersebut dilakukan, siapa pengisi acaranya, di mana lokasinya, kapan pelaksanaannya, tim yang tepat, dan persiapan (hlm. 7).

Bab kedua tentang proses pelaksanaan juga disampaikan dengan lugas dan bernas. Penjelasannya sederhana tapi terperinci dan detail. Misalnya, pengisi acara harus ditempati oleh sosok yang dikenal masyarakat, reputasinya baik, punya jam terbang tinggi, dan selalu tepat janji (hlm. 8).

Hal yang tak kalah penting adalah perburuan sponsor. Apabila acara itu berskala besar, dijelaskan bahwa tidak ada salahnya kita mencari dukungan sponsor meskipun lembaga mampu membiayai secara keseluruhan. Sponsor yang dipilih harus sesuai dengan visi dan misi lembaga. Jika acara itu dari dan untuk sekolah, dilarang keras mencari sponsor rokok, alat kontrasepsi, minuman keras, dan lain-lain yang bertentangan dengan visi dan misi lembaga. Kalau pesertanya siswa, alternatifnya adalah mencari dukungan ke perguruan tinggi swasta, bank, perusahaan telekomunikasi, dan lain-lainnya yang sejalan (hlm. 8). Lebih detailnya, cara menjaring sponsor ini dijelaskan dengan apik dalam teknis membuat proposal.

Di bab ketiga tentangpelaksanaan Hari H, dipaparkan teknis skenario kegiatan. Hal yang umum ialah semua anggota panitia datang dua jam sebelum acara. Mereka melaksanakan tugas masing-masing. Semua diatur sedemikian rupa, mulai dari penyambutan tamu, parkir kendaraan, petugas daftar hadir, hingga petugas memastikan fasilitas untuk peserta. Di akhir acara, petugas khusus yang ditunjuk sudah mempersiapkan apa saja yang akan dibawakan kepada pengisi acara, pejabat terkait, sponsor, tamu undangan, serta peserta. Tak lupa pula, sertifikat yang biasanya memang lekat dengan acara seminar pendidikan.

Buku ini memang tidaklah tebal, tapi justru di sinilah kelebihannya. Isinya sedap dan merangsang tanya. Apalagi, Budiarini sendiri tidak sekadar berteori, tetapi ia telah berpengalaman di bidang ini. Sebagai seorang guru dan entrepreneur, tak salah jika ia dijuluki teacherpreneur sejati. Pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai pendidik, penulis, dan motivator mampu menguraikan secara jernih kiat-kiat tersebut. Sebuah bacaan lezat yang sayang untuk dilewatkan.

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan