TETAP BERKUMANDANG: Penyiar Radio Menara 3 Simolawang Surabaya sedang menjalankan tugas menyiarkan dakwah melalui pancaran radio AM 864 Khz dan streaming.

SURABAYA | duta.co – Mempersiapkan generasi muda sebagai pilar masyarakat supaya memperkokoh ketaatan beribadah khususnya di Bulan suci Ramadan, merupakan komitmen Radio Menara 3 AM 864 Khz untuk menjawab tantangan zaman.

Untuk menggaet minat generasi muda, radio yang beralamat di Jl Simolawang IV No 1 Simokerto, Surabaya ini juga memiliki beberapa program khusus di bulan Ramadan. Di antaranya, Pengajian setelah Subuh, Suri Tauladan, Pengajian menjelang Berbuka, serta Tadarus Anak- Anak Muda.

Direktur radio Menara 3, Chaerul Anwar, mengatakan, beberapa program digabung dengan kegiatan Masjid Al Abror dan di-create sendiri. Itu sebagai bentuk sinergitas di antara kedua pengurus.

“Program Ramadan ini, semua kegiatan di Masjid Al Abror kita live. Temen-temen radio terlibat langsung ke masjid.  Tapi ada beberapa program juga yang kita create sendiri”, ujarnya kepada Duta Masyarakat, Minggu, (12/5).

Pengajian setelah Subuh, merupakan program yang bisa dinikmati pendengar di setiap hari setelah salat Subuh sampai pukul 06.00 WIB. Program yang gabung dengan kegiatan masjid ini sejatinya bisa didengarkan kembali pukul 10.00 WIB.

“Kita memberikan kesempatan bagi yang belum sempat mengikutinya setelah subuh. Ini juga atas permintaan mujtami’ kita,” ucapnya.

Setelah Dzuhur, radio ini juga memiliki program Suri Tauladan. Belajar akhlak serta kisah orang orang terdahulu dalam sejarah Islam. Program ini diputar sampai waktu Ashar.

Seperti radio lainnya, menjelang berbuka puasa, radio ini juga mempunyai program, yaitu pengajian menjelang berbuka. Bergabung dengan masjid, dimulai pukul 16.30 -17.15 WIB.

Chaerul menjelaskan, pihaknya juga memiliki  program Tadarus Anak-anak muda, mendatangkan guru untuk menyimak dan melatih supaya bacaan Alquran nya benar.

“Tadarus dimulai setelah sholat tarawih sampai pukul 22.30 WIB. Kita mendatangkan guru juga, membuat anak muda nyaman ketika mengaji, supaya tidak bosan. Mereka (generasi muda) adalah pilar masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, radio Menara 3 juga sering melakukan outside broadcast, melakukan siaran langsung di luar studio. Seperti pada program Uri-Uri, yaitu program maiyahan bareng Cak Nun di sekitar Jawa Timur.

“Yang pasti, setiap ada Cak Nun, pasti kita live streaming. Paling jauh ke Magetan. Pengajian-pengajian kita di luar juga di live streamingkan, membidik keilmuannya untuk kita ikuti,  KH Miftahul Ahyar, salah satunya,” tutur Chaerul.

Radio yang bermotto berujar lewat fatwa bermakna, asah budaya dengan nada indah, ini berencana memperingati Nuzulul Qur’an dengan menjadikan Prof Dr KH Ali Maschan Moesa M Si, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, sebagai narasumber.

“Ketika yang lain di malam ke-17 atau 18, kegiatan peringatan nuzulul Qur’an disini, dipatenkan pada malam ke 21 Ramadan. Dengan beberapa rangkaian acara. Mengundang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk ikut langsung bergabung bersama kami di Masjid Al Abror,” tutupnya. fzi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.