QNET : Mahmud bekerja sebagai petugas keamanan saat dimintai keterangan Kasat Cobra (Muhamad Mahbub/duta.co)

KEDIRI | duta.co – Dihadapan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, Mahmud bekerja sebagai tenaga keamanan di rumah Gita Hartanto alias Tobing, Jl. Argowilis No. 1 Dusun Cangkring Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Menyatakan bahwa ruang bawah tanah milik bos-nya, yang dia ketahui sebagai tempat berlatih bela diri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Lumajang berusaha mengungkap kasus money game dengan mengatasnamakan PT. Amoeba Internasional. Dari keterangan para korban dan saksi dilengkapi sejumlah bukti, akhirnya menggeledah rumah Tobing, disebutkan menjabat Managing Director.

Temuan didapat Tim Cobra, unit khusus bentukan Polres Lumajang, dugaan kasus penipuan menjanjikan hasil uang berlipat ini, ditemukan sejumlah berkas berlogo PT. Q-Net.

Ora Umum, demikian slogan yang mereka ucapkan saat pertemuan. Makanya selain kita telah mengirimkan surat panggilan kepada Pak Tobing dan dua saudaranya, kami lakukan penggeledahan ke rumahnya. Namun sebenarnya, kami telah memiliki rekaman video dan memantau kegiatan bisnis ini,” jelasnya kepada duta.co disela-sela penggeledahan kemarin.

Pihak Polres Lumajang pun juga telah berkoordinasi dengan Polsek Semen dan tokoh masyarakat setempat sebelum melakukan penggeledahan. Ada pernyataan menarik disampaikan Mahmud, bahwa dirinya tidak tahu atas usaha yang dilakukan bos-nya.

“Yang saya tahu, ruang bawah tanah dipergunakan untuk latihan SH Terate. Jika banyak orang yang datang ke rumah, saya malah pergi keluar. Saya tidak tahu apa kegiatannya,” ucap Mahmud dihadapan tim penyidik.

Amoeba = QNet?

QNET : Tim Cobra saat memeriksa temuan penggeledahan disaksikan para karyawan (Muhamad Mahbub/duta.co)

Saat ditunjukkan sejumlah bukti, termasuk temuan sejumlah laptop, tas ransel dan bukti transfer pembayara, Mahmud pun bersikeras jika dia tidak tahu. Demikian juga saat dia diminta mengantar ke tempat ruang bawah tanah.

“Yang saya tahu, bapak (Pak Tobing, red) di sini berlatih bela diri. Saya tidak tahu ada kegiatan apa selain itu,” tegasnya.

Terkait PSHT dikenal memiliki ratusan anggota atau biasa disebut warga, Akson Nul Huda, salah satu tokoh PSHT Kediri, saat dikonfirmasi Sabtu (5/10) malam.

Menjelaskan jika dirinya memang kenal baik dengan Tobing dan terkait usahanya menyatakan tidak kaitannya dengan PSHT. Untuk itu, dimohon kepada khalayak untuk tidak mengaitkan kasus ini menghangat dihubungkan.

“Setahu saya, beliau hanya warga biasa atau pamster. Bila ada pengakuan bahwa di rumahnya sering dijadikan tempat berlatih PSHT, saya malah belum tahu. Namun yang perlu dicatat dan kami tegaskan, keberadaa Q-net atau apapun bentuk usaha Pak Tobing, tidak ada sangkut pautnya dengan PSHT,” terangnya. (bub/rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry