
LAMONGAN | duta.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamongan menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan dalam kegiatan buka puasa bersama di halaman Kantor PWI Lamongan, Senin (16/3/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pentasyarufan hasil lelang ikan lele yang sebelumnya digelar dalam ajang Kontes Lele Lamongan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Acara yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban ini dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan, Sugeng Widodo, pengurus PWI Lamongan, para pengasuh panti asuhan, serta para santri dari beberapa pondok pesantren.
Dalam sambutannya, Sugeng Widodo mengapresiasi langkah insan pers Lamongan yang menggelar kegiatan sosial di bulan suci Ramadan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan berkembang di tahun-tahun mendatang.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. “Hari ini kita berbagi dengan saudara-saudara kita, semoga apa yang kita lakukan membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada para anak yatim agar tetap semangat menjalani kehidupan dan tidak mudah menyerah. “Kalian harus tetap optimis dan terus berjuang meraih masa depan. Ingat, banyak orang yang peduli dan siap mendukung kalian,” tuturnya.
Sementara itu, Haqi yang mewakili pihak pondok pesantren dan panti asuhan penerima santunan menyampaikan rasa terima kasih kepada PWI Lamongan atas perhatian yang diberikan kepada para santri dan anak-anak yatim.
Ia menyebutkan bahwa berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati seringkali hadir ketika seseorang dapat memberi kepada orang lain. “Mudah-mudahan apa yang diberikan hari ini juga menjadi kebahagiaan dan keberkahan bagi keluarga besar PWI,” ungkapnya.
Santunan hasil lelang lele tersebut disalurkan kepada sejumlah lembaga, di antaranya Panti Asuhan Ar-Rasyid, Panti Al Mizam, Panti Muawannah, Panti Wakhid Hasyim, serta Panti Khadijah. (dam)





































