PASURUAN | duta.co – Dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim di Gresik pada tahun 2019 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasuruan, membuka Pemusatan Latihan Cabang (Puslatcab) KONI Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut dimulai dengan launching yang dibuka langsung oleh Bupati Pasuruan, M Irsyad Yusuf.

Launching digelar di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Jumat (11/8) malam, yang disaksikan kalangan pengurus KONI dan para atlet, juga pimpinan daerah. Dalam kesempatan itu, Irsyad meminta agar seluruh atltet harus benar-benar memanfaatkan pelatihan secara maksimal agar bisa meraih prestasi yang membanggakan untuk mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan.

“Tunjukkan yang terbaik bagi kabupaten Pasuruan. Tahun lalu ditingkat porprov kabupaten Pasuruan meraih peringkat ke delapan di kabupaten Banyuwangi. Untuk porprov pada tahun 2019 di Gresik nantinya agar bisa naik peringkat ke tujuh. Dan itu harus diraih. Kalau bisa bisa naik menjadi peringkat yang ke enam ke depannya, “papar Irsyad Yusuf, dalam sambutannya.

Pihaknya juga memahami bagaimana manfaatkan potensi cabang olahraga. Namun diharapkan KONI bisa memotivasi para atletnya meski kecukupan anggaran belum maksimal yang alokasikan dari anggaran APBD Kabupaten Pasuruan untuk anggaran KONI. “Pemkab hanya memberikan ruang dan kecukupan anggaran. Kerja keras dan ikhlas meski anggaran sangat terbatas, “paparnya.

Untuk tahun anggaran 2017 ini, pihaknya telah mengusulkan ke DPRD Kabupaten Pasuruan sebesar Rp 5 miliar. Dana yang minim ini, kata Irsyad agar dipahami dengan ukuran. Pihaknya meminta KONI bisa mengajak pihak swasta untuk mendukung kegiatan olahraga di Kabupaten Pasuruan. Juga diminta jeli pada potensi atlet terutama cabang olahraga yang berpotensi juara.

Irsyad berpesan agar KONI juga lakukan seleksi atlet yang berpotensi sebagai juara. Sehingga diharapkan prestasi atlet lainnya juga menjadi motivator untuk bisa meraih juara. “Ini ditunjukkan oleh salah satu pelajar kita. Dimana prestasinya sungguh luar biasa dalam bidang aksioma yakni pidato bahasa Arab di Jogjakarta dan meraih medali emas, “pungkasnya. (dul)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan