GRAND OPENING : Direktur Properti Intiland Grande, Simon Joseph (kiri) dan General Manager Oprasional Spazio, Amaynta Budi (kanan) berbincang disela acara Grand Opening Hungerbelt resto Di Spazio Building Surabaya. (duta.co/Wiwiek Wulandari)

SURABAYA | duta.co -Potensi bisnis Bisnis food and beverage (F&B) di kawasan Surabaya Barat masih sangat terbuka luas. Didukung lokasi yang strategis, menjadikan peluang bagi PT Intiland Development Tbk melalui anak usahanya PT Intiland Grande terus mengoptimalkan Graha Festival sebagai pusat bisnis, lifestyle, dan entertainment terpadu di Surabaya Barat. Kawasan sepanjang 1,8 kilometer (km) ini akan terus diisi dengan tenant-tenant baru skala  lokal maupun nasional.

Salah satunya dengan mengoptimalkan fasilitas lifestyle Hungerbelt Food Corner di Spazio Office Building, diantaranya dengan menambah area outdoor.  Hungerbelt Food Corner sebelumnya sudah soft opening dan mendapat respon bagus, kini makin dilengkapi dengan sejumlah tenant indoor dan oudoor.

Seperti dikatakan General Manager Graha Festival, Amaynta Budhiadi mengatakan, relaunching konsep baru fasilitas F&B itu merupakan upaya dari Intiland, untuk meningkatkan recurring income perseroan, khususnya kunjungan dari non office yang ada di dalam gedung.

“Sebenarnya tetap tambah fasilitas bagi office yang ada di gedung. Tapi, potensi untuk menarik kunjungan dari luar juga terbuka luas,” katanya di sela grand opening The New Hungerbelt.

Hungerbelt merupakan salah satu area lifestyle sekaligus kuliner yang ada di Spazio. Pada akhir 2017 lalu Hungerbelt telah melakukan soft launching dengan konsep mix tenant mulai dari makanan Indonesia dan internasional.

Dikatakan Amaynta, yang terbaru di Hungerbelt adalah dimana kini semakin mengedepankan berbagai jenis makanan khas Indonesia ditambah juga dengan kehadiran 9 gerobak yang berada di area outdoor dengan berbagai macam jajanan serta makanan lokal yang sangat familiar.

“Sementara itu melengkapi tempat ini sebagai area lifestyle juga terdapat area Bar yang dapat digunakan oleh pelanggan di area indoor serta outdoor yang beroperasi pada malam hari,” jelasnya.

Selain itu, menambah sentuhan konsep barunya, di Hungerbelt juga terdapat fashion comer yang bekerjasama dengan brand batik lokal Gesyal menyajikan beberapa jenis kreasi batik modernnya.

Sementara di area indoor, terdapat 19 stan F&B yang dilengkapi dengan areal fashion corner, kids playground, toilet dan lainnya. “Target kami memang family atau keluarga sehingga ada fasilitas untuk anak-anak. Namun banyak anak muda yang datang, juga komunitas,” tambah Amaynta.

Ditambahkan Amaynta, saat ini okupansi atau tingkat keterisian office room yang ada di gedung Spazio sudah mencapai 70 persen. Hal itu juga menjadi pasar tersendiri. Sementara itu di sebelah Spazio Building telah siap gedung Spazio Tower, yang progress pembangunannya sudah mulai rampung. Ditargetkan pada Maret 2019 mendatang sudah mulai serah terima.

“Nantinya di ground akan ada komersial area juga. Sehingga akan lebih ramai dan luas,” ungkap Amaynta.

Direktur properti PT Intiland Grande, Simon J Wirawan mengatakan, pihaknya akan menjadikan Graha Festival sebagai alternatif baru untuk aktivitas bisnis. Lifestyle maupun entertainment di Surabaya. Sebab kawasan ini memiliki potensi bisnis dan lifestyle  yang cukup besar.

“Dinamika kebutuhan masyarakat terus berkembang. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi customer termasuk layanan gaya hidup modern yang sesuai dengan kebutuhan sekarang,” kata Simon. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.