JAKARTA | duta.co — Kepanitiaan Muktamar NU adalah hasil keputusan rapat bersama PBNU, Syuriyah dan Tanfidziyah. Panitia Muktamar ke-35 NU adalah produk organisasi yang sah dan telah mengakomodasi berbagai aspirasi yang ada.

“Tugas kepanitiaan muktamar hanyalah pelaksana dari kebijakan yang telah diambil oleh Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU sebagai penanggung-jawab Muktamar NU,” demikian disampaikan Purwanto M Ali, salah satu kader NU kepada duta.co, Rabu (1/4).

Menurutnya, apabila ada pihak-pihak yang meributkan susunan panitia Muktamar NU ke 35, maka, mereka ini jelas tidak paham tentang organisasi NU.

“Sangat disayangkan bila masih ada pihak – pihak yang mempersoalkan Gus Ipul ( Sekjen PBNU ) sebagai ketua panitia muktamar ke-35 NU. Apalagi menyerang Gus Ipul dengan isu – isu dan fitnah tanpa dasar dan alasan yang logis,” terangnya.

Masih menurut Purwanto, yang dibutuhkan organisasi ini adalah soliditas. Bukan ribut dengan tuduhan-tuduhan yang tidak jelas.

“Ini penting kita pahami. Bagi mereka yang tidak paham organisasi, hanya akan memancing keributan dan menghidupkan kembali konflik internal yang ada di NU. Ini justru berbahaya,” tambahnya.

Jadi? “Mesti dipahami, Ketua Panitia Muktamar NU itu hanyalah pelaksana yang diberi mandat oleh Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Bila masih mempersoalkan ketua panitia muktamar, sama dengan tidak percaya kepada Rais Aam dan Ketum PBNU yang telah memberi mandat dan tugas melaksanakan Muktamar NU,” lanjutnya.

Dan perlu diingat, lanjutnya, selain panitia pelaksana (OC) ada juga panitia pengarah (SC) yang bertugas mengelola dan memimpin semua jalannya rapat-rapat dan persidangan Muktamar NU. “Dan peran SC itulah yang lebih substantif dan krusial menentukan arah kebijakan organisasi dan masa depan NU 5 tahun mendatang,” ujarnya.

Kini, kepanitiaan Muktamar NU sudah diputuskan bersama oleh Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, maka semua pihak harus menghormati keputusan organisasi.

“Sekarang yang paling penting adalah semua warga NU turut mensukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke 35. Kita harus guyub, rukun demi jamiyah,” pungkasnya. (mky)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry