JAKARTA | duta.co — Purwanto M. Ali menyampaikan apresiasi kepada H. Saifullah Yusuf atau Gus Ipul atas kerja keras dan tanggung jawabnya dalam mengawal penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Menurut Purwanto, keberhasilan penyelenggaraan Muktamar ke-35 tidak dapat dilepaskan dari kerja kepanitiaan yang dipimpin Gus Ipul. Sebagai Ketua Panitia, Gus Ipul dinilai mampu mengoordinasikan berbagai unsur sehingga agenda besar organisasi tersebut dapat diselenggarakan dengan baik.

“Muktamar merupakan forum tertinggi organisasi yang melibatkan banyak peserta, kepentingan, dinamika, serta membutuhkan kesiapan teknis dan koordinasi yang tidak sederhana. Karena itu, keberhasilan penyelenggaraannya patut diapresiasi. Gus Ipul bersama seluruh jajaran panitia telah bekerja keras dan profesional mengantarkan Muktamar ke-35 hingga selesai,” kata Purwanto M. Ali, Minggu (13/9/26).

Purwanto menilai, apresiasi tersebut selayaknya juga diberikan kepada seluruh unsur kepanitiaan, jajaran PBNU, tuan rumah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi terhadap kelancaran muktamar.

SIKAP LEGOWO PATUT DIAPRESIASI

Selain keberhasilannya memimpin kepanitiaan, Purwanto secara khusus mengapresiasi sikap Gus Ipul yang tidak berkeinginan kembali menduduki posisi Sekretaris Jenderal PBNU untuk periode berikutnya.

Menurut Purwanto, sikap tersebut penting karena sekaligus dapat menjawab berbagai spekulasi yang sebelumnya berkembang mengenai kemungkinan Gus Ipul kembali menduduki jabatan Sekjen PBNU untuk kedua kalinya.

“Justru setelah Muktamar selesai, Gus Ipul menunjukkan sikap legowo. Beliau tidak berkeinginan menjadi Sekjen PBNU kembali. Sikap seperti ini menurut saya patut dihargai karena dapat menepis persepsi yang selama ini berkembang seolah-olah Gus Ipul memiliki ambisi untuk kembali menduduki jabatan Sekjen,” ujar Purwanto.

Menurutnya, dalam organisasi sebesar NU, kesediaan memberikan ruang kepada kader lain merupakan bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan.

Jabatan dalam organisasi, kata Purwanto, semestinya tidak dipandang semata-mata sebagai posisi kekuasaan, melainkan sebagai amanah pengabdian. Karena itu, seseorang yang telah menyelesaikan tugasnya dan kemudian memberikan kesempatan kepada kader lain juga sedang menunjukkan bentuk pengabdian kepada organisasi.

“Tidak semua pengabdian harus dilakukan dengan mempertahankan jabatan. Ada saatnya seseorang berada di depan memimpin, ada saatnya memberikan kesempatan kepada kader lain. Sikap legowo seperti inilah yang menurut saya penting dalam membangun tradisi organisasi yang sehat,” katanya.

MEMBUKA RUANG REGENERASI PBNU

Purwanto berpandangan bahwa keputusan Gus Ipul untuk tidak kembali menjadi Sekjen juga membuka ruang yang lebih luas bagi Ketua Umum PBNU terpilih, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, untuk menyusun kepengurusan yang mampu mengakomodasi keragaman potensi kader NU.

NU memiliki sumber daya kader yang sangat besar dan tersebar di berbagai daerah, profesi, disiplin keilmuan, pesantren, perguruan tinggi, pemerintahan, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan. Karena itu, penyusunan kepengurusan PBNU pasca-Muktamar ke-35 merupakan momentum penting untuk memperluas representasi sekaligus memperkuat regenerasi.

“Gus Ipul telah menyelesaikan satu tugas besar sebagai Ketua Panitia Muktamar. Ketika kemudian beliau memilih tidak kembali menjadi Sekjen, kita juga harus memberikan penghargaan terhadap pilihan tersebut. Ini membuka kesempatan bagi kader-kader NU lainnya untuk ikut mengambil tanggung jawab dalam struktur PBNU,” ujar Purwanto.

Purwanto berharap keberhasilan Muktamar ke-35 dapat dilanjutkan dengan proses penyusunan kepengurusan PBNU yang mengedepankan kompetensi, integritas, pengabdian, regenerasi, serta kemampuan merangkul seluruh kekuatan dan potensi kader NU.

“Muktamar telah selesai. Kontestasi juga telah selesai. Sekarang waktunya membangun konsolidasi dan memperkuat khidmah. Semua kader yang memiliki kapasitas harus diberikan ruang untuk bersama-sama membesarkan NU,” pungkas Purwanto M. Ali.(*)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry