LAUNCHING: Dirut PI, Aas Asikin didampingi Nugroho Christijanto dalam press conference launching NPK Phonska Plus, kemarin. (Duta.co/agus salim luthfi)

GRESIK | duta.co – PT Pupuk Indonesia (PI) akan mendorong pada anak perusahaan dalam naungannya untuk siap berkompetisi pada era global ini dengan peningkatan mutu.

“Kita tidak tahu. sampai kapan subsidi dari pemerintah ini diberlakukan, untuk itu kita dorong anak perusahaan selalu berinovasi. Dan terpenting lagi adalah efesiensi serta perbaikan kualitas pupuk, terpenting lagi adalah mempersiapkan diri jika nantinya subsidi tidak ada lagi,” terang Dirut PI, Aas Asikin disela-sela launching NPK Phonska Plus, kemarin.

Inovasi yang diharapkan seperti memproduksi pesawat pupuk yang sesuai dengan permintaan lahan di wilayah di Indonesia yang berbeda penghasil komoditinya. Misalnya, Pupuk Kaltim diharapkan berkompetisi dalam perbaikan produk. Sebab NPK sendiri sejatinya belum sepenuhnya bisa menuju kebutuhan pupuk yang dibutuhkan di Indonesia. Nantinya, akan ada pemetaan dan penyesuaian fungsi pada produk yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.

“Kalau di Petrokimia ini ada Phonska Plus, bisa jadi pada anak perusahaan lain beda nama dengan kualitas bagus yang sesuai demonstran plot nya,” tukasnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik (PG)  Nugroho Christijanto menyatakan bahwa peluncuran NPK Phonska Plus merupakan jawaban atas hasil riset International Fertilizer Association (IFA). Disebutkan bahwa sebesar 50% kondisi lahan pertanian dunia mengalami defisiensi unsur hara mikro Zink (Zn) yang cukup signifikan. Peta defisiensi Zink menunjukkan bahwa Indonesia termasuk wilayah dengan defisiensi terparah.

Selain pada tanah IFA juga menyebutkan bahwa 1/3 populasi dunia atau sekitar 2 miliar manusia juga mengalami defisiensi nutrisi Zink pada tubuh. Adapun kebutuhan nutrisi Zink pada manusia utamanya berasal dari asupan pangan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penambahan unsur hara mikro Zink pada lahan pertanian, hal ini yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi biasa.

“Kami ingin menawarkan solusi terhadap masalah defisiensi Zink pada lahan pertanian, sekaligus menawarkan pupuk NPK non – subsidi dengan kualitas yang lebih baik namun tetap dengan harga terjangkau,” pungkasnya. gus/pii

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan