BEJAT: Sundoro saat ditemui aktifis LSM (Muhamad Mahbub/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Menahan rasa kesedihan dan mengaku telah melaporkan kasus ini ke Polsek Puncu kemudian dilimpahkan ke Polres Kediri, pasangan suami istri, Sundoro (35) dan Istqomah (28), warga Dusun Ringinbagus Desa Manggis Kecamatan Puncu menceritakan musibah tragsis dialami anak bungsunya saat ditemui duta.co, Kamis (12/9) siang.

Mereka mengaku jika anak perempuannya masih duduk di bangku TK Nol Kecil ini, menjadi korban pencabulan dilakukan Kambali (55) tetangganya. Selama ini diketahui warga sebagai dukun dan tokoh spiritual dalam bidang ilmu Kejawen. “Saya minta pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya karena ini dilakukan lebih dari sekali dan korbannya telah dua anak kecil,” terang Sundoro.

Perangkat Tawari Damai

BEJAT: Sundoro, bapak korban (Muhamad Mahbub/duta.co)

Menurut keterangan kedua orangtua korban, kejadian pertama sekira tanggal 26 Agustus berlanjut hingga kali ketiga pada Kamis kemarin. Saat korban sebut saja Melati (5) pulang dari sekolah, bermain di teras rumahnya didatangi pelaku. “Saat kejadian saya dan ibunya sedang bekerja, tahunya sore sepulang kerja,” jelasnya.

Pelaku setelah mengajak ngobrol dengan korban, kemudian menelanjangi dan memasukkan kelaminnya ke kemaluan korban. Rakimin (80) kakek korban sebenarnya tahu kejadian ini, namun usia renta tidak mampu berbuat apapun. “Dari kejadian ini, kemudian bapak saya (Rakimin, red) dan anak saya, kami tanyai. Mereka mengaku kejadian ini telah tiga kali,” jelas bapak 4 anak yang sehari-hari bekerja di peternakan bebek ini.

Lebih ironisnya, oknum perangkat desa dan oknum Ketua RT justru berniat menghalangi agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. “Setelah saya dapat pengakuan ini, anak saya bawa ke Puskesmas Puncu. Ditemukan cairan putih seperti lendir kemudian saya lapor ke Polsek Puncu,” terangnya.

Pelaku Masih Bebas

BEJAT: Sundoro saat ditemui aktifis LSM (Muhamad Mahbub/duta.co)

Sesampai laporan, di rumah telah ada pihak keluarga pelaku didampingi Sukani, Ketua RT. “Saya langsung diminta kasus ini tidak usah dibuat rame dan berapa minta ganti ruginya. Tentu saja saya kaget, seperti saya menjual masa depan anak saya. Kemudian besoknya saya diminta laporan ke Polres Kediri,” jelasnya.

Kapolsek Puncu AKP Yusuf membenarkan atas kejadian ini, dan kasusnya kini ditangani Polres Kediri. “Kejadian tersebut benar telah Seminggu lalu dan kasusnya kini ditangani PPA Polres Kediri,” jelas Kapolsek Puncu. Sementara pelaku, menurut keterangan orang tua korban masih berada di rumah dan seolah tidak ada kejadian apapun. (bub/rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry