
LAMONGAN | duta.co – Alun-Alun Lamongan berubah menjadi lautan manusia, Minggu pagi (25/10/2026). Puluhan ribu warga dari berbagai penjuru Kabupaten Lamongan tumplek blek mengikuti puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan Jalan Sehat Bersarung.
Sejak pagi, suasana kawasan pusat kota Lamongan sudah dipenuhi peserta. Mengenakan kaos putih seragam HSN dan sarung batik, warga tampak antusias mengikuti kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persaudaraan.
Kemeriahan semakin terasa ketika Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir langsung untuk melepas peserta. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam memeriahkan puncak HSN tahun ini.
“Terima kasih semuanya. Hari ini kita bersyukur dalam rangka hari puncak peringatan Hari Santri tahun 2026. Mudah-mudahan semuanya memberi berkah kepada kita dan terus menuju kejayaan Lamongan yang berkelanjutan. Bersama Santri Membangun Negeri menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yuhronur sebelum melepas rombongan peserta, Minggu (25/10/2026).
Yang menarik, sarung batik yang dikenakan para pengurus maupun sejumlah pejabat dalam kegiatan tersebut bukan sekadar atribut. Motif sarung itu merupakan hasil desain kreatif kader Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU.
Dari Alun-Alun Lamongan, puluhan ribu peserta yang laki-laki memakai sarung dan perempuan berbaju putih membawa satu pesan yang sama: semangat santri harus terus menjadi energi untuk membangun daerah dan negeri menuju Indonesia Emas 2045.
Jalan sehat kali ini pun terasa berbeda. Sarung yang identik dengan keseharian santri dibawa ke ruang publik sebagai simbol kebanggaan terhadap tradisi pesantren. Di tengah suasana yang meriah, nilai kesederhanaan, kebersamaan, dan gotong royong justru menjadi warna utama kegiatan.
Bukan hanya berjalan bersama, warga juga seperti sedang merayakan satu identitas yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Dari pusat kota Lamongan, semangat Hari Santri digaungkan sebagai energi kebersamaan untuk terus menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, KH Syahrul Munir atau Gus Syahrul, mengatakan Jalan Sehat Bersarung menjadi penutup rangkaian kegiatan HSN yang telah digelar sejak September 2026.
“Jalan sehat bersarung ini adalah puncak dari rangkaian Hari Santri Nasional yang sebelumnya kita awali sejak bulan September kemarin melalui Jelajah Santri hingga kegiatan bakti sosial pembagian bingkisan untuk masyarakat,” ungkap Gus Syahrul.
Menurutnya, antusiasme masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Peserta tidak hanya datang dari wilayah perkotaan Lamongan, tetapi juga dari berbagai kecamatan, mulai Babat hingga kawasan Pantura.
Bagi PCNU Lamongan, kemeriahan HSN bukan sekadar perayaan tahunan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat terhadap sejarah perjuangan para santri, khususnya Resolusi Jihad 22 Oktober, yang kemudian menjadi bagian penting dari rangkaian sejarah perjuangan bangsa menuju Hari Pahlawan 10 November.
“Semangat tersebut diharapkan terus hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya dalam bentuk seragam dan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui persatuan, gotong royong, serta kepedulian sosial,” pungkasnya. (dam)






































