Suasana heroik santri Pasuruan ke 4 tahun 2018 di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/11/2018) malam. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Heroik Santri yang ke 4 tahun 2018 yang digelar Pemkab Pasuruan bersama PCNU Kabupaten Pasuruan dan Bangil di Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/11/2018), malam, dipadati puluhan ribu santri berbagai pelosok Kabupaten Pasuruan. Kondisi cuaca yang cukup cerah mendukung acara yang meriah tersebut.

Jargon Wak Muqidin (wayahe kumpul bangun TPQ madin) mewarnai kegiatan yang dihadiri Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Wakil Bupati, Mujib Imron, perwakilan madrasah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pasuruan serta pihak terkait lainnya.

Aksi heroik santri bersamaan dengan Hari Pahlawan, karena santri terbukti berjuang. Kegiatan heroik ini diwarnai dengan tarian tradisional, pemberian santri berprestasi. “Heroik santri kali ini berbeda dengan tahun lalu. Kali ini dihadiri puluhan ribu santri dari pondok pesantren dan madrasah diniyah se Kabupaten Pasuruan,” kata Zainurifan, ketua pelaksana heroik di lokasi.

Ketua PC LP Maarif NU Kabupaten Pasuruan, KH Mujib Imron mengapresiasi kehadiran kalangan santri yang ikut hadir menyemarakkan kegiatan heroik santri ini. “Ini bukti bahwa santri makin mewarnai pembangunan pendidikan di Kabupaten Pasuruan dan Wak Muqidin makin menasional,” papar Gus Mujib yang juga wakil Bupati ini.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan heroik santri sebagai wujud bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan kota santri. “Ini sebagai bukti dari pemerintah dan NU. Madin sebagai wadah semangat belajar santri dan bisa membangun akhlaqul karimah untuk bangsa. Ini juga untuk hadapi persoalan masyarakat,” papar Gus Irsyad.

Dikatakannya diwujudkannya program Wak Muqidin menjawab tantangan tingginya kriminalitas, kenakalan remaja narkoba di Kabupaten Pasuruan. Juga bahan pertimbangan dasar program wak muqidin.”Kita bangun bersama pembangunan di kabupaten pasuruan. Pembangunan juga melibatkan masyarakat dan kekuarga harus ikut andil,” terangnya di hadapan santri

Gus Irsyad juga menuturkan bahwa memajukan pendidikan khususnya madrasah diniyah (madin) adalah sebuah ikhtiar untuk 5 tahun ke depan. Membangun genenarasi yang santri akan dikelola cara santri dengan penerangan lentera santri. Selain itu juga tetap mengedepankan dan tawadhu’ den menerapkan cara para kiai. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.