KEDIRI | duta.co -Meski telah diberikan sosialisasi terhadap sejumlah warung termasuk warung Pandan Wangi berada di Pagut Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren, namun sejumlah pelajar kedapatan sering membolos sekolah.

Atas pengaduan masyarakat, sedikitnya 23 pelajar tingkat SMA dan SMP berhasil terjaring dan diamankan di Mako Satpol PP Kota Kediri. Sosialisasi maupun imbau berupa stiker dilakukan tim Reaksi Cepat Kerja Tuntas (RCKT) sepertinya tidak diindahkan oleh sejumlah pelajar maupun pemilik warung.

Seperti kejadian pada Senin pagi, saat puluhan siswa masih memakai seragam sekolah kedapatan berada di warung. Mereka pun tak berkutik, saat diangkut ke mobil Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.

Atas kejadian ini, dijelaskan Kabid Trantibum Satpol PP, Nur Khamid, akan meminta keterangan kepada pihak sekolah terkesan lemah dalam hal pengawasan serta pemilik warung yang membiarkan dijadikan lokasi mbolos.

“Kami akan mintai keterangan pihak sekolah dan pemilik warung atas kejadian ini. Seharusnya ini menyangkut tanggung jawab menyiapkan generasi muda. Bukan malah membiarkan pelajar membolos, hanya demi meraih keuntungan,” terang Nur Khamid.

Dari 23 pelajar dilakukan pembinaan, terdiri 18 siswa dan 5 siswi. Selanjutnya mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Berdasarkan data, mereka merupakan siswa – siswi yang bersekolah di Kabupaten Kediri. (nng)