TUTORIAL : Belinda Dewi Regina, staf pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM saat memberikan tutorial. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Tak kurang dari 48 mahasiswa asing Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) diperkenalkan berbagai teknik membatik. Agenda itu berlangsung di Auditorium BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (16/11) siang.

Para mahasiswa asing ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UMM 21 orang, UIN Malang, Unisma, dan Universitas Ma Chung yang masing-masing membawa 9 orang.

Kali ini, mahasiswa dari berbagai negara dikenlakan teknik Shibori. Shibori adalah sebuah kesenian di Jepang dalam hal pewarnaan kain. Teknik pewarnaan dilakukan dengan mencelupkan kain pada zat pewarna alami dan memberikan ‘perlindungan’ pada bagian kain tertentu yang tidak ingin diwarnai. Teknik ini, perlindungan pada bagian tertentu dilakukan dengan melilit, melipat, atau mengikatnya dengan benang.

“Adapun alat dan bahan yang bisa digunakan dalam membuat batik Shibori yakni Kain Putih Batik atau yang biasa disebut dengan Primisima, pewarna batik Remasol, Karet gelang, Tali Rafia, Botol Aqua yang tutupnya berlubang, Botol Aqua gelas, Kelereng atau Batu kecil, Air Secukupnya, Tas Kresek dan Waterglass,” ungkap Belinda Dewi Regina, staf pengajar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM selaku pemateri.

Wanita yang juga dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini menjelaskan lebih jauh bahwa pembuatan batik dengan teknik Shibori cukup sederhana. Karena si pembuat dapat memanfaatkan beraneka ragam barang yang ada disekitar. Teknik ikat celupnya pun tergantung dari si pembuat, ingin membentuk pola yang seperti apa. “Jadi, mereka bisa membuat motifnya dengan sesuka hati,” sambung Belinda.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UMM bekerjasama dengan lembaga BIPA UMM ini, tak hanya melakukan workshop pembuatan Batik saja, tetapi terdapat pameran karya mahasiswa berupa Koran Mahasiswa (Kobama, Oasis dan Cakrawala), kliping opini mahasiswa PBSI UMM, kliping esai, serta empat buah buku karya mahasiswa PBSI UMM.

Agenda tahun bertajuk Nusantara Mendunia: “Kearifan Lokal di Mata Internasional” ini mendapat respon positif.

“Saya sangat bahagia mengikuti kegiatan ini, karena saya bisa membatik dengan warna-warni (warna yang beragam) dan terima kasih telah mengajak kami ikut (berpartisipasi) dalam kegiatan ini,“ jelas Ton ThiThuy Trang yang berasal dari Vietnam, Mahasiswa program BIPA UMM saat ditemui di sela-sela kegiatan. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry