OPERASI giat penertiban umum yang dilakukan Satpol PP Gresik di cafe-cafe yang berada di bukit Pucem Minggu lalu.(duta: agus)
GRESIK | duta.co – Kawasan wisata religi situs makam Sunan Giri, tepatnya di Bukit Putri Cempo (pucem), Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik,  mulai marak berdiri cafe, yang diduga tidak dilengkapi izin. Selain itu, suara musiknya yang keras kerap mengganggu ketenangan warga yang tinggal di sekitarnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik berencana melakukan penertiban. Namun pihak penegak Peraturan Daerah (Perda) itu, akan mengkonfrontir terlebih dahulu kepada pemilik atau pengelola cafe. Diketahui sejumlah cafe sudah berdiri dikawasan Bukit Pucem telah dilakukan pendataan lewat giat operasi penertiban beberapa hari lalu.
“Dalam waktu dekat, pemilik cafe akan kami panggil untuk dimintai keterangannya. Untuk memastikan bangunannya apakah sudah berizin, sebab sesuai Perda semua bangunan harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB),” terang Sekretaris Dinas Satpol PP Gresik Agustin H Sinaga, Selasa 13/11/2017.
Apalagi di dekat situs makam Putri Cempo, yang lokasinya berada diatas bukit ini disinyalir banyak yang belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Jika memang terbukti tidak memiliki izin bangunan atau izin usaha, maka tentunya akan ada tindakan tegas, dengan melakukan penutupan, jika tidak maka pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang akan banyak dirugikan.
“Sebelumnya kami pernah mendatangi lokasi dan meminta pemiliknya menunjukan surat izinnya namun mereka tidak bisa menunjukkan. Sehingga, dalam waktu dekat pemanggilan terhadap pemilik cafe akan kami lakukan. Dengan meminta dokumen yang sudah dimiliki selama mengoprasionalkan cafenya,” pungkas Sinaga.
Pantauan dilapangan, salah satu cafe terbesar diwilayah tersebut justru menarik biaya parkir diatas kewajaran. Dengan nominal sekali parkir sebesar Rp. 3000 dan karcis parkirnya pun hanya foto copy saja. Hingga kerugian untuk pendapatan daerah pun disinyalir banyak dirugikan dengan berdirinya cafe-cafe tersebut. (gus/sal)
BAGIKAN

Tinggalkan Balasan