dr Nanda Fadhilah Witris S, MSi – Dosen fakultas Kedokteran (FK)

SINDROM pernapasan akut parah coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah patogen penyebab pandemi penyakit Coronavirus-19 (Covid-19) yang mematikan, yang muncul sebagai ancaman utama bagi kesehatan masyarakat secara global.

Meskipun tidak ada diskriminasi gender atau sosial ekonomi yang jelas dalam kejadian Covid-19, individu yang lebih tua dan/atau dengan penyakit penyerta dan kekebalan yang terganggu memiliki risiko yang relatif lebih tinggi untuk tertular Covid-19. Karena belum ada obat khusus yang ditemukan, memperkuat kekebalan bersama dengan menjaga hidup sehat adalah cara terbaik untuk bertahan dari penyakit ini.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pembatasan kalori dalam bentuk puasa intermiten dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satu jenis puasa intermiten adalah alternate-day fasting yang dapat diartikan sebagai Puasa Daud dalam agama islam.

Puasa sebagai salah satu ritual keagamaan berarti menahan diri dari makan dalam jangka waktu tertentu. Dari berbagai literatur puasa telah dibuktikan memiliki segudang manfaat kesehatan yang tak terhitung jumlahnya, termasuk meningkatkan kekebalan, ketahanan terhadap stres, memperlambat proses penuaan, dan memperpanjang hidup tanpa terlihat efek samping.

Puasa juga telah terbukti mengaktifkan autophagy yaitu sebuah sistem pengawasan sel potensial yang memainkan peran penting dalam regulasi imunitas bawaan dan adaptif, sehingga dapat meningkatkan kekebalan.

Karena tidak ada pengobatan khusus untuk Covid-19, tindakan pencegahan dapat dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit ini, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan pertahanan tubuh melalui puasa dan mengaktifkan proses autophagy.

Strategi pembatasan diet ini dapat secara langsung (dengan mengaktifkan respon imun) atau tidak langsung (dengan menginduksi autophagy) untuk merangsang sistem pengawasan tubuh dan meningkatkan imunitas.

Selama periode puasa, asupan makanan saat sahur dan berbuka harus memenuhi jumlah mikronutrien esensial yang cukup seperti vitamin C, vitamin D dan seng dengan kandungan gizi seimbanhg. Oleh karena itu, puasa daud juga dapat digunakan untuk memperkuat sistem imun dan daya tahan tubuh, serta dapat menjadi strategi potensial untuk memerangi infeksi SARS-CoV-2 (Covid-19) di tengah wabah ini.

Starategi Puasa Daud ini ditujukan sebagai tindakan pencegahan sehingga pada individu yang sedang terinfeksi Sangat disarankan untuk tidak berpuasa, karena pembatasan diet ini dapat membuat mereka berisiko kehilangan nutrisi penting dari sistem kekebalan tubuh mereka.

Selain itu strategi laim seperti olahraga dan meditasi juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. diet sehat yang diperkaya dengan bahan-bahan fungsional yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan imunomodulator yang kuat harus selalu dimasukkan dalam daftar diet. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry