JAKARTA | duta.co – Ini catatan bagi siapa saja yang suka share kabar tak manfaat alias mubadzir. Bulan puasa diminta menjaga atau menuntun jari jemari agar yang dipencet menjadi berkah. Itulah yang tersurat dan tersirat dalam tarawih malam pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Diakui, ribuan umat Islam yang memadati Masjid Istiqlal hampir semua membawa HP. Mereka dengan khusyuk mengikuti jemaah Salat Isya dan tarawih. Hadir juga pada malam pertama Ramadan 1439H, Presiden Joko Widodo beserta Menag Lukman Hakim Saifuddin dan sejumlah menteri lainnya.

Presiden tiba sekitar pukul 18.50 WIB dan melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid. Setelah itu, Presiden bersama ribuan jamaah Istiqlal, Shalat Isya berjamaah. Usai salat, dibacakan ayat suci Alquran. Ceramah Ramadan disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

Nasaruddin mengajak jamaah untuk berhati-hati dalam menggunakan telepon genggam dan lebih giat membaca Alquran di bulan Ramadan. “Saya ingin mengingatkan hati-hati kemuliaan Ramadan jangan ditukar dengan kepentingan sesaat. Hati-hati memberikan statement, hati-hati menggunakan jari kita untuk mengenter whatsapp, jari jemari harus juga berpuasa,” kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal sebagaimana dikutip dari rilis Sekretariat Presiden, Rabu (16/05).

“Kita di depan handphone, saya mengajak untuk meninggalkan benda kecil itu untuk membaca Quran,” sambungnya.

Selesai ceramah, Presiden kemudian melaksanakan salat tarawih berjamaah. Bertindak sebagai imam dalam salat tarawih ini adalah Drs. H. Muhasyim Abdul Majid, M.A. Setelah selesai melaksanakan salat tarawih, Presiden bersama para menteri pergi meninggalkan Masjid Istiqlal. (rls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.