LAMONGAN | duta.co – Pihak PT Superior Prima Sukses Tbk (SPS) atau Blesscon memastikan seluruh keluarga pekerja yang meninggal dunia maupun korban luka akibat ledakan dan kebakaran maut di pabrik bata ringan Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, telah mendapatkan santunan dari manajemen perusahaan.

Humas PT Superior Prima Sukses (SPS), Melin Cahya, mengatakan santunan tersebut telah diberikan kepada masing-masing keluarga korban, baik pekerja yang meninggal dunia maupun korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka bakar.

“Alhamdulillah, santunan semuanya sudah diberikan kepada masing-masing keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka,” ujar Melin Cahya saat dihubungi duta.co, Selasa (29/9/2026).

Namun, ketika ditanya mengenai nominal santunan yang diberikan kepada keluarga korban meninggal maupun korban luka yang masih menjalani perawatan, Melin menyebut besaran tersebut merupakan ranah privasi antara perusahaan dan keluarga korban.

Menurutnya, pemberian santunan bukan satu-satunya bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap para korban. Manajemen PT SPS juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan terhadap keluarga korban, termasuk berkaitan dengan keberlanjutan pendidikan anak-anak yang ditinggalkan.

“Pokoknya kami dengan pihak keluarga sudah merundingkan dua belah pihak, sampai ada titik temu dan terbaik untuk keluarga dan yang keluarga butuhkan,” katanya.

Melin menegaskan, perusahaan berupaya melakukan pembicaraan langsung dengan keluarga korban agar bentuk dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

Selain persoalan santunan, pihak perusahaan juga menanggapi mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pabrik Blesscon. Melin menyebut perusahaan telah memiliki perangkat K3, termasuk tim K3 dan Health, Safety and Environment (HSE).

“Sejauh ini lengkap dan berjalan, sudah ada Tim K3 dan HSE-nya juga dari kami. Sejauh ini pokoknya prioritas kami masih di pasien yang dirawat dan keluarga korban,” tutur Melin.

Sementara itu, insiden ledakan dan kebakaran di pabrik PT Superior Prima Sukses Tbk (SPS) atau Blesscon di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, hingga kini masih menjadi perhatian publik.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka bakar serius. Lima pekerja dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut, sementara korban lainnya harus mendapatkan perawatan medis.

Hingga Selasa (29/9/2026), atau sekitar 11 hari setelah kejadian, polisi belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka dalam perkara kecelakaan kerja tersebut.

Publik masih menunggu hasil akhir penyelidikan kepolisian untuk mengetahui secara pasti penyebab ledakan dan kebakaran maut itu.

Penyelidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap apakah insiden terjadi akibat persoalan teknis, kegagalan peralatan, pelanggaran prosedur keselamatan kerja, kelalaian, atau faktor lainnya.

Di sisi lain, pemberian santunan oleh perusahaan kepada keluarga korban menjadi salah satu bentuk penanganan pascakejadian. Sementara proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut masih dinantikan. (ard)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry