SURABAYA | duta.co — Kolaborasi LMI dengan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) menanam 800 bibit mangrove di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Sabtu (14/2/2026) lalu.  Hal ini  untuk  memperingati Hari Lahan Basah Sedunia.

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi lahan basah serta mitigasi bencana pesisir.

Manajer Program Pendidikan dan Lingkungan LMI, Ariska M. Fauzia mengatakan Hari Lahan Basah Sedunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem lahan basah seperti rawa, gambut, mangrove, dan danau. Karena itu, tak hanya melakukan penanaman mangrove, para peserta juga mendapatkan edukasi lingkungan mengenai jenis dan manfaat mangrove bagi ekosistem.

“Totalnya ada 54 peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan organisasi. Di antaranya Komunitas Banyu Bening, R-KomPAS (Rumah Komunitas Pecinta Alam Senusantara), Lorong Edukasi, perwakilan lembaga, dan peserta perorangan,” jelas Ariska.

Brand Communication Manager PT SPIL Sona Silviana juga turut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Harapannya dari penanaman mangrove ini tentu untuk menghijaukan lingkungan dan bisa berkontribusi lebih terhadap ekosistem, khususnya ekosistem biru. Selain itu, kami berharap kerja sama antara LMI dan PT SPIL dapat terus terjalin sehingga kebaikan bisa terus bertumbuh,” tegasnya.

Sementara itu, Mustika selaku Program Officer Bidang Lingkungan LMI juga menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove juga dimeriahkan dengan sesi tur mengelilingi area mangrove. “Peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing didampingi koordinator dan tim dari Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar,” jelasnya.

“Jumlah bibit mangrove yang kami taman hari ini sebanyak 800 bibit. Metode tanamnya untuk satu lubang kita tanami 5 buah bibit mangrove. Setelah proses penanaman selesai, para peserta juga dihimbau untuk mengumpulkan dan membawa seluruh polybag ke darat agar kebersihan laut serta area penanaman tetap terjaga,” tuturnya.

Selama proses penanaman bibit mangrove, Mustika juga mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam. “Selama ini alam telah memberikan segalanya untuk kita. Lalu apa kontribusi kita untuk alam? Oleh karena itu, sekarang adalah saatnya kita berempati, menjaga, dan merawat alam agar generasi mendatang juga dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry