PERESMIAN : Beroperasinya PT GBRK ditandai dengan peresmian yang dilakukan oleh Bapak Dr. Ir. Taufiek Bawazier, M.Si selaku Direktur Jenderal ILMATE, Kementerian Perindustrian RI. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Bermunculannya industri baja ringan akhir-akhir ini bak jamur yang dipicu oleh kebutuhan masyarakat atas produk rangka atap pengganti kayu yang lebih praktis dan kuat memunculkan kebutuhan adanya suatu standarisasi proses produksi yaitu ISO dan standarisasi produk yaitu SNI.

Berangkat dari kebutuhan di atas, maka Rico Chandra B General Manager PT. Gerai Baja Ringan Kepuh (PT GBRK) melahirkan suatu wadah yang berfungsi sebagai pembina, pengayom, pembimbing bagi para calon start up yang ingin berbisnis baja ringan.

Dimana PT GBRK akan menyediakan mesin-mesin produksi, melatih semua karyawan, memberikan sistem Teknologi Informasi (TI), memasok bahan baku sesuai SNI bahkan memastikan produk profil baja ringan merek KEPUH® tersebut berstandar SNI pula.

Rico Chandra B mengatakan semua hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk baja ringan KEPUH yang dijual dihasilkan dari proses produksi berstandar ISO dan produknya berstandar SNI.

“Kami ingin bergandengan tangan dengan Pemerintah dalam rangka meningkatkan kontribusi rasio industrialisasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang makin menurun.”

Rico Chandra B menambahkan Indonesia harus mengukuhkan dirinya sebagai negara industrialis. “Bukan hanya sebagai negara konsumtif, “ ucap Rico. imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry