Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu PD Agus Harimurti Yudhyono (AHY) (FT/TWITTER)

JAKATA | duta.co – ‘Strategi marketing’ Partai Demokrat (PD) untuk mendongkrak Agus Harimurti Yudhyono (AHY) terus dilakukan. Hari ini (Minggu 11/3/2018) partai ini akan melanjutkan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu PD Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dijadwalkan akan memberi orasi kebangsaan di hadapan ribuan kader besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Rapimnas PD digelar sejak Sabtu (10/3) kemarin dibuka Presiden Joko Widodo. Jokowi dan Demokrat tampak ‘akrab’ satu sama lain. Sinyal siap mendukung Jokowi di Pilpres 2019 turut dilontarkan SBY. Bahkan SBY sudah memberikan tanda-tanda bersama Jokowi. “Jika Allah menakdirkan, sangat bisa PD berjuang bersama Bapak,” kata SBY di hadapan Jokowi.

Jokowi pun sepertinya menanggapi positif sinyal-sinyal yang dikirim SBY. Dalam satu kesempatan saat memberi sambutan, Jokowi mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang demokrat, dalam artinya sangat berdemokrasi. “Saya berani bilang saya ini bukan seorang pemimpin yang otoriter. Saya ini seorang demokrat,” tutur Jokowi di depan kader Demokrat.

Tak hanya dengan SBY, Jokowi menunjukkan gelagat keakrabannya dengan AHY. Jokowi beberapa kali melontarkan pujian untuk AHY. Saat akan memukul gong pembukaan Rapimnas PD, Jokowi bahkan mengajak langsung AHY berdiri di sampingnya untuk mendampingi.

Lalu, sejauh mana kans AHY? Ada baiknya mengintip lewat suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dikenal sebagai corong Jokowi. PSI menyebut semuanya diserahkan langsung kepada Jokowi untuk menentukan pasangannya pada Pilpres 2019. Diakui PSI berharap Jokowi melirik anak muda untuk dijadikan pasangannya nanti.

“Ini akan menjadi junior partner untuk membangun bangsa ini, sekaligus yang bisa di-grooming untuk membangun Indonesia 5 tahun ke depan setelah Jokowi lengser. Supaya ada sustainibility ya. Jadi apa yang sudah dipikirkan dan dibangun akan berkelanjutan,” terangnya Sekjen PSI Raja Juli Antoni di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3/2018).

Juli Antoni juga menanggapi soal kans AHY pada 2019. Kelemahannya AHY dianggap memiliki jam terbang yang kurang banyak dan Juli Antoni belum mengetahui track record anak pertama Presiden SBY ini.

“Ya Pak AHY tokoh muda meskipun karier militernya tidak terlalu tinggi karena beliau kemarin mengambil keputusan untuk berhenti dan maju di Jakarta. Memang terus terang kami belum mengetahui track record beliau. Karena memang jam terbang yang masih kurang,” ucapnya.

“Tapi kalau lihat dia bicara, leadership, gesturnya, kelihatanlah sebagai anak mantan presiden dan ya nggak apa-apa. Namanya politik, dinamis ya. Kalau beliau jadi cawapres, kalau Pak Jokowi rela bersedia, saya kira itu terserah Jokowi ya,” sambungnya sebagaimana dikutip detik.com.

Namun, jika nantinya Partai Demokrat memilih bergabung mengusung Jokowi di Pilpres 2019, Juli Antoni memprediksi AHY akan mendapatkan kursi di kabinet Jokowi pada periode 2019-2024.

“Beliau bisa membuktikan di periode lima tahun kedua Pak Jokowi memimpin dan lima tahun ke depan. Who knows dia akan menjadi capres atau cawapres,” ujarnya. (dtc)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.