SURABAYA | duta.co – PT Prudential Indonesia dan anak perusahaannya Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia), menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi era normal baru (new normal).

Ini dilakukan agar performa tetap terjaga seperti di 2019 lalu.

Seperti diketahui, pada 2019 meskipun kondisi pasar bergejolak, Prudential Indonesia mencatat total dana investasi yang menguat sebesar 3% menjadi Rp74,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp72,1 triliun.

Di tahun yang sama, perusahaan juga mencatat Hasil Investasi sebesar Rp5,4 triliun didorong oleh pemulihan Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG).

Sementara itu, Eastspring Indonesia mencatat total dana kelolaan sekitar Rp92,08 triliun per 31 Desember 2019.

Novi Imelda, Chief Investment Officer Prudential Indonesia mengatakan di era normal baru ini, pihaknya sangat berhati-hati dalam mengelola investasi nasabah.

“Kami Prudential Indonesia dan Eastspring Indonesia menerapkan prinsip kehati-hatian secara optimal dalam memilih saham dan hanya yang memiliki fundamental baik dan pendanaan yang kuat,” ujar Novi kepada media saat Investment Highligh and Market Outlook 2020 melalui daring, Selasa (16/6/2020).

Terkait dana investasi saham, perusahaan fokus berinvestasi di berbagai sektor yang cenderung tangguh ketika pertumbuhan ekonomi melambat.

Dan itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang seperti konsumsi, kesehatan dan komunikasi yang diharapkan dapat mengurangi volatilitas.

“Sedangkan untuk dana investasi obligasi, kami berkonsentrasi pada obligasi pemerintah yang dianggap lebih likuid,” tukas Novi.

Dengan strategi seperti ini, kata Novi diharapkan dapat meminimalisir risiko. Dan pada saat yang bersamaan tetap efektif dalam meningkatkan kinerja ketika pasar pulih.

Selain itu perusahaan juga senantiasa menyuguhkan portofolio dana investasi yang beragam, di  antaranya PRUlink Rupiah Equity Fund, PRUlink Managed Fund, PRULink Fixed Income dan PRUlink Cash Fund, yang sejak diluncurkan telah mencatatkan hasil positif.

“Untuk itu, kami meminta Nasabah untuk memastikan Polis mereka aktif sehingga senantiasa mendapatkan perlindungan, serta tetap berinvestasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing,” tambah Novi.

Alan T. Darmawan, Chief Executive Officer Eastspring Indonesia juga  mengatakan,  di tingkat global, sentimen pasar masih akan cenderung negatif dan volatilitas pasar masih tinggi.

Pihaknya memprediksi pandemi dapat terkendali tetapi tidak dalam waktu singkat dan ekonomi terus tumbuh, tetapi produktivitas menurun selama beberapa bulan sehingga pertumbuhan melambat.

Namun, menurut pengalaman, situasi saat ini hanyalah fluktuasi sementara dan  pasar Indonesia akan pulih dalam jangka waktu menengah dan panjang, karena stabilitas fundamental ekonomi makro Indonesia yang relatif stabil.

“Di saat seperti ini, justru kami melihat ini merupakan kesempatan bagi Nasabah untuk tetap berinvestasi agar mencapai imbal investasi dalam jangka panjang yang lebih tinggi,” tukasnya.

Pandemi Covid-19 memang telah mengubah arah kebijakan ekonomi pemerintah, namun Indonesia memiliki fundamental makro ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat dan stabil secara jangka panjang.

Apalagi hal itu didukung oleh konsumsi domestik yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi di masa-masa mendatang. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry